Untung Ruginya Datangkan Wisman Prancis

GENCARNYA promosi pariwisata yang dilakukan Kementerian Pariwisata RI nampaknya menuai hasil. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Prancis ke turis-rusia-1Bali.Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah Bali jumlah kunjungan turis Prancis ke Bali periode Januari-Mei 2016 sebanyak 56.334 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 27,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015 lalu yakni hanya 44.138 orang. Adanya pertumbuhan kedatangan turis Prancis ke Pulau Dewata pada tahun ini diakui oleh Owner KBA Tour yang menangani pasar Prancis, Putu Winastra.

Menurutnya faktor promosi yang menjadi pemicu utama terjadinya peningkatan jumlah kunjungan wisman Prancis ke Bali. “Promosi yang dilakukan kementerian sudah bagus apalagi dengan adanya Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) baru yang melakukan gebrakan promosi di sana (Prancis). VITO ini yang membuat iklan-iklan promosi yang sangat luar biasa jadi semakin banyak orang Prancis tahu Indonesia,” jelasnya di Denpasar, Jumat (22/7).

Meski negara tersebut sempat mengalami tragedi serangan teroris dan ledakan bom pada Nopember 2015 lalu, dikatakan Winastra hal itu tidak menyurutkan warga Negara Prancis melakukan perjalanan wisata keluar negeri terutama ke Indonesia dan tujuan wisata lainnya. “Wisatawan Prancis tidak sensitif seperti wisatawan negara lainnya. Kejadian bom di negaranya tidak mempengaruhi kunjungan wisata karena orang Prancis telah mengagendakan perjalanan wisatanya 1 tahun sebelumnya atau 6 bulan. Justru mereka (turis Prancis) tidak akan berangkat jika daerah tujuan wisatanya itu yang bermasalah,” terang Winastra yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Asita Bali.

Dia memaparkan wisman Prancis ini cenderung memilih destinasi wisata yang menawarkan ketenangan dan menghindari daerah perkotaan. Turis Prancis disebutkan Winastra juga memberikan kontribusi besar terhadap pariwisata di luar Bali selatan seperti Pemuteran, Munduk, Ubud, Bangli, Candidasa dan desa wisata lainnya di Bali. “Turis Prancis mencari tempat wisata yang berbeda, lebih otentik, lebih original, suka ke desa-desa. Tapi syukur sekarang jumlah kunjungannya naik,” ucapnya.

Winastra menambahkan, turis Prancis secara keseluruhan berada di Bali selama 10 hari 9 malam. Tempat menginap untuk turis individual atau pasangan dikatakannya memilih properti yang tidak terlalu besar dan jauh dari keramaian seperti di villa dan penginapan di desa-desa wisata. Namun untuk yang bergrup menginapnya di hotel-hotel bintang 3 sampai bintang 5. “Kalau market saya datangnya pasti dari utara yaitu Pemuteran karena mereka (turis Prancis) datangnya dari Jawa. Dari Pemuteran menuju Ubud dan Bangli, kemudian ke Lombok. Kalau tamu-tamu saya justru menghindari Bali selatan karena sudah jenuh,” sebutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra menyatakan meningkatnya kunjungan wisman Prancis dikarenakan dampak dari bebas visa. “Disamping itu juga promosi Indonesia di Eropa dilakukan secara besar-besaran. Kemarin pada saat piala Eropa di Prancis, logo Wonderful Indonesia berkibar di seluruh Negara Prancis semua bus dan taxi yang ada di Prancis di tempelin Wonderful Indonesia,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *