Tiongkok dan Korea Selatan Pasar Potensial Pariwisata Indonesia

china touristPenelitian Pariwisata | RIPPDA | NESPARDA -Tiongkok dan Korea Selatan merupakan pasar pariwisata yang potensial bagi Indonesia. Hal itu mengingat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di kedua negara tersebut berdampak dengan meningkatnya jumlah masyarakatnya yang berlibur ke luar negeri.Berdasarkan data BPS pada tahun 2013, tercatat wisatawan Tiongkok (RRT) 747.921 orang dan Korea Selatan sebanyak 343.627 orang masuk ke Indonesia. Meski relatif masih sedikit, potensi pertumbuhannya cukup besar. Demi lebih menggenjot pertumbuhan wisatawan di kedua negara itu, baru-baru ini Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) menggelar kegiatan sales mission di kedua negara tersebut.

BPPI menggelar kegiatan sales mission di Shanghai, Tiongkok, pada 5 September 2014 dan Busan, Korea Selatan pada 15 September 2014. Event Nichemarket di Shanghai, Tiongkok merupakan ajang promosi pariwisata yang bersifat b to b (business to business) di mana para narasumber Nichemarket berlaku sebagai sellers melakukan presentasi yang berujung pada pertemuan bisnis dengan para industri pariwisata Tiongkok sebagai buyers.

S.B Wiryanti Sukamdani, ketua BPPI yang menginisiasi kegiatan Nichemarket tersebut sangat optimistis bisa membantu pencapaian target kunjungan wisatawan dari Tiongkok sebesar 1,1 juta pada 2014. Selain even Nichemarket ini, sebelumnya BPPI juga melaksanakan kegiatan sales mission di Xiamen dan Hangzhou pada 26-31 Agustus 2014.

Pada kesempatan tersebut Wiryanti Sukamdani memberikan paparan tentang perspektif dan potensi pariwisata Indonesia di hadapan para buyers industri pariwisata Tiongkok. Kegiatan Nichemarket 2014 ini juga dihadiri Dubes RI untuk Tiongkok Soegeng Rahardjo dan Konjen RI di Shanghai Kenssy D. Ekaningsih.

“Dengan kemajuan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Tiongkok, pada tahun 2013 saja jumlah outbound-nya sebesar 60 juta, dan Indonesia baru bisa meraih 747.921 wisatawan Tiongkok, belum mencapai 1 persen,” ujar Wiryanti Sukamdani melalui rilis yang diterima VIVAnews, Jumat 26 September 2014.

Sementara itu, negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah meraih lebih dari 2-3 juta kunjungan wisatawan dari Tiongkok.

Wiryanti juga menjelaskan, sangat mungkin jika dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang cukup tinggi dengan potensi outbound 2014 diperkirakan mencapai 100 juta, sudah selayaknya Indonesia berperan lebih aktif dengan melakukan promosi yang gencar guna mencapai cita–cita kunjungan wisatawan Tiongkok 3 juta pada akhir 2019.

Target 400 Ribu Wisatawan Korsel

Sementara itu, kegiatan sales mission BPPI di Korea Selatan dipusatkan di Busan pada 15 September 2014, dikemas dalam bentuk presentasi oleh ketua BPPI, Ayodya Hotel Bali, Vito (visit Indonesia tourism officer) Korsel dan Cathay Pacific, serta penampilan sejumlah tarian tradisional Indonesia. BPPI menargetkan kunjungan wisatawan Korsel ke Indonesia meningkat menjadi 400 ribu orang.

Pembukaan dihadiri lebih dari 100 industri pariwisata Korsel. Dalam kegiatan tersebut, Wiryanti Sukamdani mempresentasikan potensi pariwisata Indonesia terutama yang sangat disukai dan digemari oleh wisatawan Korsel yaitu tempat–tempat bulan madu (honeymoon destination) serta marine tourism.

Wiryanti juga berkesempatan melanjutkan pertemuan dengan Dubes RI untuk Korsel John Prasetyo di Seoul. Selain itu, menemui beberapa travel agent yang banyak berkontribusi untuk menjual paket ke Indonesia seperti paket golf, honeymoon, industrial estate tours, dan paket-paket wisata bahari.

“Pemerintah Indonesia menetapkan target kunjungan wisatawan dari Korsel sebanyak 400 ribu orang pada 2014. Kiranya target tersebut dapat dicapai dengan adanya sejumlah penerbangan langsung seperti Garuda Indonesia, Korean Air, Asiana Air, dan Cathay Pacific. Tren kunjungan wisatawan Korsel pun meningkat setiap tahun,” ujar Wiryanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *