Tag Archives: Penyusunan RIPPDA

Desa Wisata Berpotensi Menarik Wisatawan

Konsultan Pariwisata | RIPPDA | RIPOW -Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP) Kemenparekraf, Firmansyah Rahim mengatakan, pihaknya akan mengembangkan destinasi pariwisata baru melalui konsep desa wisata. “Setiap daerah memiliki potensi wisatanya masing-masing dan kami menilai konsep desa wisata ini akan bagus sekali sebagai pendorong pengembangan destinasi wisata baru di suatu wilayah,” kata Firmansyah Rahim di Jakarta, Sabtu (31/5/2014).
Continue reading

Terbanyak Kunjungi Indonesia, Tiongkok Kalahkan Australia

Penelitian Pariwisata | RIPPDA | RIPOW | Konsultan Pariwisata -Pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia semakin berkembang pesat. Tahun lalu penyumbang jumlah wisatawan ditempati oleh Australia. Kini, RRT atau Republik Rakyat Tiongkok berhasil menyalip jumlah wisatawan dari Australia yang berkunjung ke Indonesia.  Hal ini seperti disampaikan Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurtnya, tumbuhnya pasar RRT pada kuartal pertama pada 2014 ini mencapai 30,42 persen dengan jumlah wisman sebesar 324.344. Continue reading

PERDA RIPPDA Kota Ternate, Sebagai Pedoman Pengembangan Pariwisata

Konsultan Penyusunan RIPPDA Pariwisata-Sebagai bagian penting dalam mendorong kepariwisataan Ternate, telah disahkan Peraturan Daerah Kota Ternate No 11 tahun 2009 Tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kota Ternate. Perda  RIPPDA ini diharapkan menjadi panduan bagi pengembangan pariwisata yang berbasis keadaan alam berupa flora dan fauna yang beraneka ragam jenisnya, peninggalan sejarah dan purbakala (heritage), maupun seni dan budaya (living culture) yang dimiliki Kota Ternate serta merupakan sumber daya, dan sebagai modal besar bagi usaha pengembangan kepariwisataan daerah.

Continue reading

RIPPDA :Harmonisasi Kepariwisataan Sumatra Barat

RIPPDA-RIPARDA-Penelitian-Konsultan Pariwisata-SUMATRA Barat adalah salah satu daerah tujuan wisata utama di tanah air. Terbukti dengan banyaknya bus-bus pariwisata bersileweran di jalan-jalan terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Maraknya pembangunan hotel-hotel serta restaurant, souvenir shop serta sarana penunjang kepariwisataan lainnya menandakan sektor ini sangat bergairah. Bahkan setelah dihantam bencana gempa di Bukittinggi 2007 dan gempa yang lebih besar di Padang tahun 2009. Namun sekarang seolah-olah bencana itu telah terlupakan oleh laju pembangunan kembali sarana dan fasilitas pariwisata yang mengagumkan.

Semenjak dibukanya bandara baru di Katapiang dan ditetapkannya Padang sebagai salah satu embarkasi haji di Sumatra bahagian barat juga adalah merupakan salah satu indicator gerak laju pertumbuhan kepariwisataan. Jika dulu di bandara Tabing hanya 10-15 penerbangan setiap hari, namun sekarang hanya untuk satu rute, Padang-Jakarta sudah lebih dari 20 flight per hari dan dengan kapasitas daya angkut penumpang yang lebih banyak dikarenakan sekarang ini maskapai penerbangan menggunakan jenis pesawat yang lebih besar disbanding dasawarsa lalu.

Continue reading

RIPPDA/RIPARDA :DIY Menetapkan beberapa 12 Kawasan Strategis Dalam RIPPDA/RIPARDA (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

RIPPDA/RIPARDA : Pariwisata DIY sebagai salah satu lokomotif pembangunan daerah perlu mendapatkan perhatian khusus karena bagaimanapun pengembangan sektor kepariwisataan sebagai urat nadi pembangunan daerah menjadi bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini termaktub dalam Peraturan daerah (PERDA) Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Propinsi Daerah   ISTIMEWA YOGYAKARTA  TAHUN 2012  – 2025 dimana DIY Menetapkan beberapa 12 Kawasan Strategis Dalam RIPPDA/RIPARDA.

Continue reading