Survei Kesan Wisatawan Daerah Istimewa Yogyakarta

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat terkait dengan ekonomi global. Jika dikembangkan dengan baik, pariwisata akan dapat membantu perekonomian suatu negara atau daerah. Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, nilai Produk Domestik Regional Bruto atas dasar  harga  berlaku Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2007 tercatat sebesar Rp. 32.916.736 juta dengan PDRB per kapita  sebesar Rp. 9.584.047  atau naik 10,77%.  Meskipun berdasarkan komposisi nilai Produk Domestik Regional Bruto atas  dasar  harga berlaku tersebut dapat  diketahui bahwa peran sektor pertanian adalah penyumbang terbesar  dalam perekonomian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun saat ini telah  tergeser oleh sektor lain.  Andil  terbesar berasal dari sektor jasa  sebesar 19,79%. Kemudian diikuti sektor perdagangan/hotel/restaurant, sektor pertanian dan sektor industri pengolahan memiliki andil 19,22%, 15,01%,  dan 13,06%.  Sektor  bangunan, sektor angkutan/komunikasi, sektor keuangan  tercatat sebesar 10,54%,  10,08% dan 9,69%.  Sedangkan sektor listrik/gas/air bersih dan sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor dengan andil terkecil atau tercatat sebesar masing-masing sebesar  1,29%  dan 0,79 % dari total PDRB harga berlaku.

 Berdasar keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa industri pariwisata dalam hal ini diwakili oleh hotel dan restoran layak untuk dikembangkan lebih lanjut dan dapat menjadi andalan sumber Pendapatan Asli Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut berimplikasi terhadap peningkatan kualitas objek wisata. Diharapkan dengan kualitas objek wisata dan  sarana pendukungnya yang bagus dan terjamin akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Dalam setiap kunjungannya wisatawan mempunyai sikap yang akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum melakukan kunjungan wisata, pada saat kunjungan wisata, dan setelah melakukan kunjungan wisata. Pada tahap sebelum melakukan kunjungan wisata, wisatawan akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa dalam hal ini objek dan daya tarik wisata dan fasilitas pendukung wisata lainnya. Pada tahap kunjungan wisata, wisatawan akan melakukan pembelian produk wisata, dan pada tahap setelah melakukan kunjungan wisata, wisatawan akan melakukan konsumsi (menikmati produk wisata), melakukan evaluasi terhadap produk wisata dan selanjutnya meninggalkan produk wisata yang dinikmati.

Berdasarkan pada berbagai pertimbangan di atas, maka perlu dilakukan survei tentang kesan wisatawan nusantara dan mancanegara di objek dan daya tarik wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *