Strategi Public Relations Pariwisata Bali

Penelitian studi pariwisata penyusunan RIPPDA-Pariwisata adalah suatu industri yang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di seluruh dunia dan berangsur-angsur telah mengalami perubahan dari suatu kebutuhan sekunder (kebutuhan mewah) menjadi suatu kebutuhan primer (kebutuhan pokok) yang berarti bahwa pada suatu periode tertentu seseorang harus dapat melakukan kegiatan pariwisata. Akan tetapi, pariwisata juga terbukti sebagai industri yang sangat rentan terhadap isu maupun krisis. Beberapa peristiwa global tercatat secara signifikan telah berpengaruh terhadap aktivitas bepergian maupun pariwisata di seluruh dunia seperti Perang Teluk (1990), tragedi World Trade Centre (2001), Bom Bali (2001&2005), Tsunami di Asia (2005), SARS dan Flu Burung (2003) serta beberapa peristiwa global lainnya. Tragedi 11/9 atau World Trade Centre Amerika Serikat adalah salah satu peristiwa maha penting yang sangat berpengaruh terhadap dunia peristiwa global karena menimbulkan rasa cemas dan trauma yang hebat bagi masyarakat untuk bepergian terutama dengan menggunakan pesawat terbang. Fall (2004) bahkan menganggap peristiwa tersebut sebagai peristiwa terhebat dalam sejarah yang mempengaruhi dunia perjalanan pariwisata global.

Pariwisata adalah industri yang selalu ‘dihantui’ oleh krisis (Henderson, 2005) dan bahkan bisa dikatakan sangat sensitif dan rapuh karena sangat mudah untuk dipengaruhi oleh perubahan-perubahan maupun kejadian-kejadian global (Henderson, 1999). Krisis pariwisata juga melanda Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia bahkan kata ‘pariwisata’ di Bali telah identik dengan kata ‘krisis’. Krisis pariwisata Bali dimulai pada tahun 1990 akibat pecahnya perang teluk yang diikuti dengan beberapa kejadian global lainnya seperti serangan teroris, bencana alam, situasi politik yang tidak kondusif, serangan gangguan penyakit dan konflik SARA di beberapa daerah di Indonesia. Akibat tragedi WTC 2001, jumlah kedatangan langsung wisatawan ke Bali menurun 3.97 % dari 1.412.839 wisatawan pada tahun 2000 menjadi 1.356.774 di tahun 2001 (www.balitourismauthority. com). Penurunan juga terus terjadi akibat serangan bom Bali 2001 yang menyebabkan penurunan sebanyak 5.23% menjadi 1.285.844 pada tahun 2002. Berbagai peristiwa yang terjadi di Bali, Indonesia ataupun di dunia internasional sedikit-banyak berpengaruh terhadap menurunnya citra dan reputasi pariwisata Bali di dunia internasional. Segala bentuk isu maupun krisis yang berpotensi untuk mengganggu dunia pariwisata harus diantisipasi dan diselesaikan dengan segera agar tidak merusak citra Bali di dunia internasional. Untuk itu, berbagai upaya dan langkah strategis harus terus dilakukan secara efektif dan berkelanjutan untuk memulihkan citra pariwisata Bali. Hal ini karena citra daerah tujuan wisata yang sesuai sangat berpengaruh terhadap keputusan seseorang dalam berwisata (Lihat Ruslan, 1998:68-70; Konecnik, 2003:307; Wasesa, 2005:213-214).

Penelitian Pariwisata oleh Kadek Dwi Cahaya Putra download file strategi public relations pariwisata bali disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *