RIPOW Kawasan Guo Lowo dan Bukit Sepikul Trenggalek Rekomendasikan Penguatan Kawasan Guo Lowo Untuk Minat Khusus

siteplan guo v13Guna memperkuat Daya Tarik Wisata Dikawasan Guo Lowo dan Bukit Sepikul  Kabupaten Trenggalek dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Obyek Wisata (RIPOW) Kawasan Gowa Lowo terdapat beberapa rekomendasi yang dituangkan dalam laporan akhir yang disampaikan Tim Penyusunan RIPOW PT Kirana Adhirajasa Indonesia. Secara umum 2 daya tarik wisata ini memiliki kecendrungan untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus.  Rekomendasi tersebut terbagi menjadi 4 konsentrasi program dan 2 Aspek tinjauan area.  Program pengembangan Produk Wisata di Kawasan Guo Lowo dan Bukit Sepikul, Pengembangan Pasar Wisata Di Kawasan, Program Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Program Sarana dan Prasarana Kawasan. Jangka waktu pengembangan 10 Tahun yang terbagi menjadi Jangka Pendek dan Menengah.
Sedangkan pengembangan daya tarik wisata Guo Lowo terbagi menjadi dua aspek tinjauan area, antara lain: pengembangan area di dalam Guo yang terdiri atas pencahayaan, manajemen air, jalan masuk dan keluar Guo, serta menjaga kelestarian ekossistem karst untuk mempertahankan keindahan Guo; pengembangan area di luar Guo yang terdiriatas open space area yang dapat dikembangkan sebagai camping ground, penginapan, sarana ibadah, warung makan dan toilet; program pengembangan area Guo Lowo dengan outbond, pertunjukan seni dan fasilitas pendukung lain yang dibangun dengan tema kearifan dan budaya lokal dan ramah terhadap pengunjung difabel sedangkan untuk program pengembangan area bukit sepikul wisata alam khusus (panjat tebing) dan penghijauan.
Dari sisi kawasan terbagi menjadi 2 lokus yaitu Kawasan Guo Lowo akan dibagi dalam 2 titik yaitu 1.) Area Guo Lowo 2). Area Bukit Sepikul. Adapun pembagian tersebut didasarkan pada analisis kewilayahan suatu area yang didalamnya merupakan himpunan daya tarik wisata, yang dikelompokkan atas dasar kesamaan arah dan cara pencapaian, efisiensi waktu pencapaian serta kedudukan daya tarik wisata yang secara geografis dapat dibentuk dalam satu keterkaitan (linkage).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *