RIPPDA Blora 2014-2028 : Pengembangan Wisata Off Road Dijadikan Salah Satu Strategi Pengembangan Blora

Kegiatan Off Road

Kegiatan Off Road

Dengan separuh luas wilayah kabupaten Blora yang merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur dan selatan yaitu sebesar 49,66% sangat potensial untuk dikembangkan wisata off road. Bagi Blora, investasi kegiatan wisata ini menjadi sangat murah dibandingkan melakukan investasi jenis wisata lain. Selain, embrio untuk jenis wisata ini sudah muncul terdapat beberapa komunitas yang sudah mulai melaksanakan aktivitas ini. Strategi pengembangan ini tertulis dalam RIPPDA Kabupaten Blora yang telah sampai laporan akhir. Bagi Blora, untuk mengembangkan pariwisata diharapkan memulainya dari pengembangan ekowisata dan wisata pedesaan. Hal ini dikarenakan investasi yang dibutuhkan untuk jenis wisata ini tidaklah terlalu besar dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan untuk mengembangkan jenis wisata lainnya.

Selain itu, dari dokumen RIPPDA yang disusun oleh PT. Kirana Adhirajasa Indonesia dijabarkan terdapat 3 Kawasan Pengembangan Pariwisata yang masing-masing KPP memiliki kekuatan potensi wisata yang berbeda-beda. Untuk KPP Tenggara di kecamatan Cepu, sedang KPP Tengah berpusat di kecamatan Blora dan KPP Barat Laut di Kecamatan Todanan. Untuk mengembangkan KPP ini faktor akses menjadi perhatian khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *