PT. Kirana Adhirajasa Indonesia bekerjasama dengan Disbudpar Jateng Susun Naskah Akademik Pengelolan dan Pengembangan Perfilman Jawa Tengah

IMG_20151022_122602

Direktur CLC Purbalingga Bowo Leksono mengemukakan pendapat mengenai film

Dalam laporan pendahuluan yang dipresentasikan oleh tenaga ahli PT. Kirana Adhirajasa Indonesia (20/10) bertempat di Museum Jamu Nyonya Meneer Semarang memaparkan laporan pendahuluan Naskah Akademik Pengelolan dan Pengembangan Perfilman Jawa Tengah. Dalam kesempatan pemaparan ini dihadiri beberapa komponen diantaranya wakil dari PARFI, Insan sineas dan Perfilman Indi Pubalingga dan ISI Surakarta. Dr. Agus Malady dari Budayawan mengatakan naskah akademik perda ini sangatlah penting mengingat perkembangan industri perfilman di Jawa tengah cukup signifikan. Tidak hanya ditinjau dari jumlah produser namun jumlah pemutar juga berkembang sehingga memerlukan regulasi yang cukup ketat.

Dosen ISI Surakarta Popy menyatakan bahwa perlunya naskah akademik ini mengadopsi pembelajaran masyarakat terutama terkait dengan usia penonton. Jangan sampai kita hanya mengatur produser sementara kita membiarkan penonton dibawah umur masuk ke gedung-gedung bioskop. Popy menambahkan perlunya partisipasi masyarakat dalam fungsi pengawasan terhadap konten film yang akan ditonton. Ditambahkan juga oleh Bowo leksono Direktur CLC (Cinema Lovers Community) bahwa kalau bisa perda perfilman ini nantinya tidak hanya mengatur produser film skala besar saja namun justru produser film indi juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Menurut Bowo kondisi ini menjadi penting mengingat perkembangan film indi di jateng yang sangat pesat

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PT. Kirana Adhirajasa Indonesia dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah. Rencananya kegiatan ini akan diselenggrakan selama 90 hari dan melibatkan beberapa tenaga ahli bidang hukum dan narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *