PT Kirana Adhirajasa Akan Garap Identifikasi Potensi SDM Pariwisata DIY

resepsionis-hotel Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY, PT Kirana Adhirajasa Indonesia akan selenggarakan Identifikasi Potensi SDM DIY untuk memetakan Pembangunan sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya masalah kualitas tenaga kerja menjadi masalah yang diangkat dalam kegiatan ini karena permasalahan rendahnya kualitas tenaga kerja merupakan masalah paling sentral sebagai permasalahan ekonomi  Indonesia dan menjadi sasaran pembangunan ketenagakerjaan saat ini. Masalah kualitas tenaga kerja juga semakin penting ketika dikaitkan dengan tantangan dan peluang era globalisasi yang berbasis pada keunggulan daya saing dan kesiapan berkompetisi. Sumber daya manusia dalam bidang pariwisata menyangkut tenaga kerja yang menangani usaha jasa pariwisata mulai dari perhotelan, obyek dan atraksi wisata, restoran, tenaga kerja di bidang jasa transportasi dan usaha perjalanan wisata serta usaha jasa pariwisata lainnya.

Adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata dan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata tentunya sangat berpengaruh dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.

Dengan adanya peraturan tersebut maka para calon tenaga kerja ataupun tenaga kerja akan mepersiapkan dirinya dengan meningkatkan kapasitas baik melalui pelatihan ataupun sertifikasi kompetensi. Industri pariwisata yang sangat heterogen tentunya melibatkan dan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak sedikit. Selain itu, produk pariwisata sebetulnya mempunyai variasi yang tak terbatas karena tiap tempat yang dikunjungi memiliki keunikan tertentu. Jarang ada industri dengan banyak hubungan atau pertalian (linkages) seperti industri pariwisata. Menurut Spillane (2002) pengganda pendapatan pariwisata (tourist income multiplier) adalah suatu koefisien yang menunjukkan besarnya pendapatan yang diciptakan dalam suatu wilayah oleh tambahan satu unit pengeluaran oleh wisatawan. Pariwisata mempunyai pengaruh yang signifikan pada sejumlah sektor ekonomi termasuk transportasi, penjualan eceran, usaha grosir, manufaktur, dan produsen jasa-jasa (Spillane, 2002) .

Menurut Yoeti (1997) pengaruh pariwisata terhadap kesempatan kerja lebih banyak dirasakan di negara-negara berkembang dari pada di negara-negara yang sudah maju industrinya. Alasannya karena di negara-negara berkembang lebih banyak terjadi pengangguran sebagai akibat belum banyak industri yang didirikan yang menciptakan kesempatan kerja di kawasan tersebut. Banyak usaha pariwisata merupakan usaha skala kecil. Bentuk pemilikan tergantung pada jenis pariwisata, laju pertumbuhan pengembangan industri dan persediaan sumber daya modal lokal dibandingkan dengan modal dari luar daerah (Spillane, 2002).

Swasono dan Sulistyaningsih (1983) mengemukakan bahwa tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perencanan sumber daya manusia merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang menitikberatkan pada keseluruhan sistem sumber daya manusia . Fokus dari perencanaan sumber daya manusia tersebut adalah penyusunan seperangkat kebiakan dan program sumber daya manusia yang terpadu dalam rangka mencapai tujuan perusahaan (Simamora, 1997) . Sedangkan menurut Umar (2001) perencanaan tenaga kerja merupakan suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja dalam periode tertentu, baik secara kualitas (jenis/mutu) maupun kuantitas (jumlah) dengan cara-cara tertentu.Pada dasarnya perencanaan sumber daya manusia berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di masa yang akan datang, baik secara kuantitas maupun kualitas (jenis/mutu) tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan dan penyelenggaraan berbagai aktivitas (Siagian, 2003). Sumber daya manusia menurut Nawawi (2001) dibedakan menjadi 3 pengertian yaitu:

  1. Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi      (personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan)
  2. Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
  3. Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.

Berdasar beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa  sumber daya manusia merupakan suatu proses mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi, agar potensi fisik dan psikis yang dimilikinya berungsi maksimal bagi pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, melalui penyusunan analisis potensi SDM pariwiasata ini diharapkan dapat diketahui profil SDM pariwisata sebagai dasar penyusunan kebijakan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Durasi pekerjaan 90 hari kalender dan  didukung tenaga ahli dan tenaga pendukung yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Tenaga Ahli minimal telah mempunyai sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *