Potensi Menggiurkan, Negara Ini Serius Garap Bisnis Syariah

Penelitian Pariwisata-Potensi bisnis syariah memang menggiurkan. Sektor ini yang dibidik dan dikembangkan oleh negara-negara lain, misalnya Thailand. “Ini potensi bisnis. Thailand serius menggarap ini,” kata Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Syariah Indonesia (Ahsin), Riyanto Sofyan, dalam temu media di Hotel Sofyan, Jakarta, Jumat 6 Juni 2014.Sofyan menambahkan, saking seriusnya Thailand, di negara tersebut ada pusat kajian halal yang mendukung industri halal di Negara Gajah Putih itu. Tak hanya itu, mereka juga memiliki katering makanan halal yang mereka klaim sebagai katering makanan halal terbesar di dunia.

“Mereka mengklaim sebagai The Largest Kitchen in The World, padahal penduduk muslimnya hanya dua persen,” kata dia. Seperti diketahui, menurut Pew Research Center Forum on Religion and Public Life, pada 2010 ada 1,6 miliar penduduk muslim dunia atau 23,4 persen dari penduduk dunia yang mencapai enam miliar orang.

Pada 2030, jumlah ini akan meningkat menjadi 2,2 miliar atau 26,4 persen dari total penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 8,3 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan penduduk muslim sebesar 1,5 persen per tahun.

Total pengeluaran muslim dunia untuk kepentingan makanan halal dan gaya hidup pada 2012 mencapai US$1,6 triliun dan akan meningkat menjadi US$2,47 triliun pada 2018.

Lalu, menurut data Ahsin, pada 2010, Thailand kedatangan wisatawan muslim sebanyak 2,47 juta atau sekitar 16 persen dari total wisatawan mancanegara yang bepergian ke negara itu, yang jumlahnya mencapai 15,93 juta.

Thailand memiliki Halal Science Center yang mendukung Halal Industry Thailand dan menjadi salah satu Halal Producer and Exporter terbesar di Asia. Disebutkan bahwa Thailand memiliki 100 hotel dan restoran yang bersertifikat halal. Tak hanya Thailand, Singapura juga membidik pasar bisnis syariah. Dikutip dari data Ahsin, Singapura didatangi 3,26 juta turis muslim. Jumlah ini 15 persen dari total wisatawan yang bepergian ke Negara Singa itu yang sebanyak 11,63 juta orang. Jumlah restoran yang telah disertifikasi halalnya pun mencapai ribuan, yaitu 2.691 restoran dan hotel.

“Bandingkan dengan Jakarta yang baru 300-an restoran yang sudah disertifikasi halal,” kata Sofyan.

Tak hanya itu, dia menambahkan, negara-negara lainnya juga menyediakan wisata halal bagi para turisnya. Seperti Queensland, Australia, Hong Kong, Tiongkok, Inggris, Taiwan, Jerman, Italia, Selandia Baru, Swiss, Argentina, Turki, dan Brunei Darussalam. Jepang pun turut melirik wisata halal sebagai salah satu sektor bisnisnya.

“Misalnya di Italia, ada pantai yang khusus wanita, laki-laki, dan keluarga,” tutur Sofyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *