Pertumbuhan Sektor Perjalanan dan Pariwisata Indonesia Tertinggi Dibanding Negara Anggota G20

Konsultan RIPPDA DED – Sektor perjalanan dan pariwisata Indonesia mengalami peningkatan dalam kontribusinya terhadap perekonomian, sebesar 8,4% di tahun 2013. Pertumbuhan yang dialami ini merupakan yang terbesar di antara negara-negara anggota G20 berdasarkan hasil riset World Travel & Tourism Council (WTTC), otoritas global dalam industri perjalanan dan pariwisata. Economic Impact Report tahun 2014 yang dikeluarkan WTTC menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat pertumbuhan pengunjung internasional sebanyak 15,1% dan peryumbuhan ekonomi 7,2% dalam pariwisata domestic tahun lalu. Menurut David Scowsill, Presiden dan CEO WTTC 2013 merupakan tahun yang fantastis bagi perjalanan dan pariwisata di Indonesia. “Indonesia mengalami perluasan dalam hal pendapatan ekspor yang didapat dari pengunjung internasional yang juga didorong oleh perubahan nilai rupiah terhadap dolar AS,” terang David.

Kontribusi langsung dari perjalanan dan pariwisata bagi perekonomian Indonesia diharapkan akan berkembang sebesar 8,1% melebihi perekonomian umum sebesar 2,8%. WTTC memprediksi pengunjung internasional akan mencapai 14,2% dan pembelanjaan pariwisata domestic akan tumbuh di atas rata-rata (6,3%).

Lebih lanjut David mengatakan, jika Indonesia terus berinvestasi dalam aktivitas promosi dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang mempermudah visa, Indonesia akan terus menjadi salah satu yang terdepan dalam perjalanan dan pariwisata. Pertumbuhan yang luar biasa perlu dipadukan dengan berbagai kebijakan untuk memastikan kesinambungan sektor ini.  Laporan WTTC juga menyebutkan perjalanan dan pariwisata berkontribusi sbesar US$ 7 triliun ke perekonomian global dan diharapkan akan berkembang di tahun 2014 sebesar 4,3%.

Perjalanan dan pariwisata diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan selama sepuluh tahun ke depan sebesar lebih dari 4% setiap tahunnya dan lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan industry lain. Menurut David, memanfaatka peluang untuk membutuhkan otoritas tempat kunjungan dan regional, khususnya di negara-negara berkembang, untuk menciptakan iklim bisnis yang lebih baik bagi investasi dalam infrastruktur dan sumber daya manusia. Hal ini penting untuk mempermudah sebuah industri pariwisata yang berkesinambungan. Di tingkat nasional, pemerintah-pemerintah juga  bisa melakukan lebih banyak kebijakan visa dan menjalankan kebijakan pajak yang lebih cerdas. Jika dilakukan langkah-langkah yang tepat, perjalanan dan pariwisata akan menjadi tenaga pendorong dalam jangka panjang. (EVA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *