Perkembangan PAD Pariwisata Sleman Lamban

Penelitian Pariwisata | RIPPDA

Meski memiliki banyak destinasi wisata, perkembangan sumbangan sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman tergolong lamban. Pasalnya, pertambahan jumlahwww.richard-seaman.com pemasukan dari sektor wisata tidak terlalu signifikan. Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, kontribusi sektor pariwisata Sleman mencapai Rp68,6 miliar pada 2013 dari 3,6 juta wisatawan. Jumlah tersebut lebih besar Rp 15 miliar dibandingkan kontribusi pada 2012 yang mencapai Rp 53,6 miliar dari total kunjungan 3,4 juta wisatawan.

“Promosi sudah dilakukan untuk semua potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman. Hanya saja, ada kemungkinan belum optimal sehingga perlu digenjot lagi,” papar AA Ayu Laksmidewi, Kepala Disbudpar Sleman, Jumat (26/12/2014).

Menurutnya, secara prosentase kontribusi sektor pariwisata sebenarnya cenderung menurun. Pada tahun 2012, kontribusinya mencapai 17,95 persen dari total PAD sebesar Rp299,06 miliar, sementara kontribusi tahun 2013 mencapai 14,52 persen dari total PAD sebesar Rp472,79 miliar.

Hal ini dipengaruhi adanya peningkatan kontribusi PAD di sektor lainnya. “Pendapatan khusus dari retribusi pariwisata memang tidak terlalu besar.Yang banyak itu dari pajak hotel dan restoran,” kata dia.

Kepala Dispenda Sleman, Harda Kiswoyo mengatakan perolehan PAD selama tahun 2014 telah mencapai Rp474,91 miliar atau sekitar 24,12 persen dari total pendapatan daerah. Angka tersebut berasal dari perolehan pajak daerah sekitar Rp274,628 miliar dan retribusi daerah mencapai Rp2,263 miliar.

“Peningkatan tersebut dapat membiayai berbagai kegiatan pembangunan daerah. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat,” kata Harda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *