PERDA RIPPDA Kabupaten Banjar Mengatur Kawasan Budaya

RIPPDA RIPARDA-Kawasan budaya sebagai  kawasan yang bercirikan dan bertumpu kepada lingkungan dan kehidupan masyarakat yang dapat dipertahankan dari pola hidup, budaya, adat istiadat kebisaan dan pengaruh bawaan yang masih dapat ditolerir sebagai pelengkap atau penunjang yang tidak dapat dihindari diatur dalam Perda RIPPDA Kabupaten Banjar. Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Banjar, diarahkan kepada pembenahan potensi dan produk wisata yang bernuansa Islami, budaya adan alam (nature) sesuai karekteristik Martapura sebagai Kota Serambi Mekkah dan Kota Intan (Diamond City).  Obyek Wisata yang dikembangkan berupa pesona wisata sejarah dan agrowisata yang menawarkan keberagaman dan karekteristik budaya serta keindahan alam yang menantang dan mempersona. Pesona tersebut di Kabupaten Banjar yang merupakan modal dasar dan potensi besar dalam pembangunan kepariwisataan dan perlu didayagunakan secara efektif dalam rangka menuju Martapura yang baiman, bauntung dan batuah.

Guna mendorong perkembangan pariwisata di Kabupaten Banjar telah disahkan Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor  07 Tahun 2009 Tentang  Rencana Induk Pengembangan Pariwisata  Daerah (RIPPDA) Kabupaten Banjar tahun 2009 sampai dengan Tahun 2019. Meskipun demikian hingga kini tahun 2014 perlu terus dikawal dalam pelaksanaan RIPPDA tersebut termasuk klausul mengenai Kawasan Budaya. Hal ini menjadi penting karena, sistem pengembangan  kepariwisataan Kabupaten Banjar merupakan pengembangan pariwisata yang dilandasi oleh satu sistem kehidupan masyarakat yang memegang kuat agama, nilai-nilai budaya yang mendorong terwujudnya satu kehidupan yang mampu mewujudkan satu kehidupan yang mampu mewujudkan satu kehidupan yang harmonis, seimbang dan berkelanjutan.

Rippda Kab Banjar Th 2009 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *