Pengembangan Pariwisata, Pangandaran Dijadikan Model

Konsultan penelitian pariwisata-Kabupaten Pangandaran yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat merupakan contoh sukses penerapan destination management organization. Dengan penerapan ini, Pangandaran telah menjadi model bagi pengembangan pariwisata di seluruh dunia. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Noviendi Makalam, Sabtu (15/2/2014), di Pontianak, Kalimantan Barat, menuturkan, titik balik kebangkitan Pangandaran adalah beberapa saat setelah terjadi tsunami kecil pada 2006. Tsunami yang terjadi saat itu telah mengakibatkan infrastruktur rusak sehingga kunjungan wisatawan merosot.

”Tak lama setelah itu, Pangandaran menjadi salah satu tujuan wisata dengan pengelolaan model destination management organization,” kata Noviendi.

Destination management organization (DMO) adalah struktur tata kelola destinasi pariwisata yang mencakup perencanaan, koordinasi, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik melalui pemanfaatan jejaring informasi dan teknologi. DMO melibatkan masyarakat, asosiasi, industri, dan pemerintah.

Dengan pendekatan model DMO, pengelolaan pariwisata di Pangandaran dikembangkan dengan terlebih dulu membuat masterplan, tanpa mengubah tata ruang.

Kepala Bagian Perencanaan dan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frans Teguh mengatakan bahwa DMO kini telah diterapkan di 15 daerah destinasi pariwisata di seluruh Indonesia. (DOE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *