Pengembangan Desa Wisata di Bantul Terkendala Dana

Konsultan Pariwisata RIPPDA– Banyak kendala yang dihadapi untuk mengembangkan desa wisata di Kabupaten Bantul, salah satunya karena dana. Selama ini, 36 desa wisata yang sudah ada, merintis dengan dana swadaya masyarakat. Hal ini disampaikan Bambang Legowo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul dalam acara workshop Bedah Desa Wisata di Omah Kampoeng, Rabu (26/3/2014). Sejauh ini, peran pemerintah dalam mengembangkan desa wisata masih belum maksimal. Selain karena dana, minimnya pengetahuan warga tentang pengelolaan pariwisata juga menjadi kendala. Melaui workshop ini Bambang berupaya agar dapat menjaring aspirasi serta melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing desa.

“Dari pusat juga belum terpola, standar desa wisata itu seperti apa. Sejauh ini masih amatiran. Profesionalitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola pariwisata perlu ditingkatkan,” kata Bambang.

Alokasi dana keistimewaan (danais) lanjutnya, diharapkan lebih banyak untuk mengembangkan desa wisata ini. Menurutnya, desa-desa di Bantul memiliki potensi yang besar untuk dijadikan desa wisata meskipun terkendala dana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *