Pengembangan Danau UIak Lia Terganjal Anggaran

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Musi Banyusain (Muba) sepertinya perlu ditambah untuk meningkatkan destinasi wisata di Muba. Seperti halnya wisata alam lain yang sangat memerlukan perhatian, Danau Ulak Lia yang sebelumnya akan dibenahi dan menjadi tujuan wisata di Muba hingga saat ini belum ada pergerakan sama sekali. Padahal kondisi danau yang asri sangat menunggu perhatian pemerintah.Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sunaryo SSTP mengatakan, saat ini masalah pembenahan Danau Ulak Lia masih terhalang pagu (anggaran) karena memerlukan dana cukup besar untuk pembenahan.

Pantauan Sripoku.com di lapangan, Minggu (2/3/2014), Danau Ulak Lia merupakan sebuah danau alami yang berada di seberang Sekayu melewati Jembatan Musi tepat di Desa Soak Baru Kecamatan Sekayu Muba. Danau yang memiliki luas 15 hektare ini memakan waktu 20 menit jika ditempuh dari pusat kota Sekayu menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi jalan menuju ke lokasi cukup bagus hanya saat sampai di lokasi danau jalan tanah merah akan menjadi jalan utama yang jika hujan akan sangat sulit untuk dilewati. Danau yang terlihat asri dan sejuk tersebut saat ini sering dijadikan tempat muda mudi untuk memadu kasih di bibir danau sambil menikmati sejuknya pemandangan mereka asik bercengkrama bersama pujaan hati, sedangkan warga sekitar memanfaatkan air danau untuk keperluan sehari-hari, di tepi danau Pemerintah Muba memasang papan pengumuman larangan memancing atau mengambil ikan di danau tersebut.

Nurdianto, sepasangan kekasih yang sedang berduaan di pinggiran dana tersebut bercerita, dirinya bersama sang kekasih memang sering duduk di tepi danau untuk sekedar mengobrol sambil menikmati keindahan danau. Ia menyebutkan saat ini Danau Ulak Lia belum bisa maksimal untuk menjadi tempat wisata, akses jalan, tidak ada tempat duduk taman, lampu penerangan dan tentunya permainan seperti perahu bebek atau banana boat seperti di Danau Opi di Palembang.

“Sangat disayang jika hanya dibiarkan seperti ini, karena jika benar-benar dirawat Pemerintahkan bisa menambah PAD dari sini,” ujarnya.

Kepala Diknas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sunaryo SSTP menjelaskan, relokasi danau Ulak Lia sebenarnya sudah lama didengungkan pemerintah untuk menjadi salah satu wisata unggulan di Muba. Namun melihat kondisi saat ini realisasi pengerjaan belum bisa terlaksana karena masih terbentur anggaran.

Dispopar tahun ini memiliki begitu banyak agenda dan memakan anggaran cukup besar belum bisa berbuat banyak. Dikatakan Sunaryo, saat ini banyak sekali yang perlu di relokasi Dispopar, seperti stadion atletik yang sudah bergelombang yang juga memakan anggaran tidak sedikit. Jadi saat ini Dispopar masih fokus ke agenda yang sudah di depan mata seperti Menpora Cup, Indoprix, dan agenda lain yang tentu perlu perhatian khusus.

“Saya juga sudah memikirkan bagaimana realisasi relokasi Danau Ulak Lia, namun untuk saat ini masih terbentur anggaran yang saya akui tidak sedikit,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *