Pengembangan Bandara Jangan Molor Lagi

Penelitian Pariwisata | Diklat Pariwisata -Groundbreaking pembangunan perluasan Bandara Ahmad Yani yang dijadwalkan pada Selasa (17/6) mendatang diharapkan oleh kalangan pengusaha dan pariwisata dapat segera terwujud. “Jangan sampai pengembangan bandara molor lagi seperti sebelumnya. Kami berharap segera dikerjakan,” ungkap Dosen Jurusan Pariwisata Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Indonesia (Stiepari) Semarang, Choliq Juniarso, Jumat (13/6). Pada akhirnya, pengembangan bandara bisa dilakukan. Sebab, selama ini sudah sangat dinanti-nanti untuk mendorong pariwisata Jawa Tengah.

Pengembangan dan peningkatan kapasitas bandara Ahmad Yani dinilai layak dilakukan. Menurut dia, pengembangan kota sangat tergantung dengan lokasi bandara. Mengutip pernyataan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bandara Ahmad Yani tidak jelek tapi ngisin-ngisini. Untuk menjadi kelas internasional, kondisi bandara Ahmad Yani sangat minim. Baik di terminal keberangkatan maupun kedatangan. Fasilitas umum pun juga dinilai masih kurang layak.

Adapun, kata dia, pembenahan bandara diharapkan dapat memberi kelancaran jembatan udara dari dan menuju ke Semarang. Perbaikan bisa dilakukan baik dari segi infrastruktur, landasan pacu, fasilitas hingga tenaga Sumber Daya Manusia (SDM).

Bukan hanya pengembangan melainkan juga perbaikan di semua sektor. Peningkatan kualitas juga dilakukan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Semarang. “Kalau kondisi bandara bagus maka bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. Industri pariwisata pun akan lebih ramai dan bergairah.Sebab, pelaku pariwisata berharap bandara dapat menjadi gerbang utama yang memberikan kesan baik bagi wisatawan,” ujarnya.

Ketua Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi menuturkan, pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pengembangan bandara Ahmad Yani sudah sangat dinanti-nanti para pengusaha. Pengembangan bandara sempat mengalami penundaan beberapa kali karena soal penggunaan lahan milik TNI.

Berlarut-larutnya persoalan itu membuat pengusaha kecewa. Apalagi saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menolak rencana pengembangan bandara karena dianggap tidak layak. “Bandara Ahmad Yani sudah jauh tertinggal dengan daerah lain. Kondisinya tidak layak disebut sebagai bandara Internasional,” ujarnya.

Diharapkan pengembangan bandara cepat selesai. Kondisi bandara yang baik akan mendorong perekonomian Jawa Tengah. Investasi akan semakin merata. Para investor yang hendak membangun gedung pencakar langit pun tidak akan ragu untuk menanamkan investasinya di Kota Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *