Pengaruh Atraksi, Fasilitas Dan Aksesebilitas Terhadap Nilai Pelanggan Dan Citra Objek Wisata Danau Toba Di Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara

Penelitian Pariwisata-Naisbitt (1994;109) memprediksikan bahwa pariwisata bakal menjadi penghasil terbesar dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi global. Pariwisata akan menyerap 204 juta tenaga kerja, penghasil 10,2 persen produk nasional bruto dunia sehingga berpotensi memberi kontribusi pajak sebesar $ 655 milyar. Demikian juga dalam World Tourism Organization sebagaimana ditegaskan (Susanto, dkk; 2003:211), melontarkan estimasi optimistik dalam WTO‘S Tourism 2020 Vision, yang memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan internasional di seluruh dunia akan mencapai 1.006,4 juta pada tahun 2010 dan 1.561 juta pada tahun 2020. Secara total, tingkat kunjungan wisa- tawan diperkirakan akan bertumbuh 4,1 % pertahun. Untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik diperkirakan dapat mencapai pertumbuhan  6,5 %.

Sehingga menurut Susanto, dkk, (2003:227-228) sektor pariwisata mempunyai potensi sebagai lokomotif bagi pemulihan ekonomi nasional. Hal ini terbukti pertama, dari tahun ke tahun sektor pariwisata berhasil menyum- bangkan devisa yang tidak sedikit. Dalam tahun 2000-2001 devisa yang dihasilkan cukup tinggi 10,4 milyar. Untuk tahun-tahun kej depan sektor pariwisata diperkirakan akan tetap memberikan sumbangan devisa yang besar bagi negara yaitu sebesar $ 22,70 milyar. kedua, pengeluaran belanja wisatawan, baik wisatawan manca- negara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) terbukti mampu menggerakan perekonomian nasional, khususnya ekonomi kerakyatan tahun 2000, pengeluaran wisman dan wisnus diperkirakan mencapai angka Rp 90 triliun.

Ramalan dan data yang digambar- kan di atas, memberi sinyal yang pasti, bahwa ke depan sektor pariwisata merupakan salah satu mesin penggerak utama (prime mover) atau sektor andalan dalam menggairahkan roda pereko- nomian nasional. Objek wisata meru- pakan barang publik yang mampu memberikan manfaat ekonomi (economic benefit) yang bersifat intangible. Manfaat ekonomi yang intangibel ini tidak dapat dihitung secara riil karena tidak mempunyai data nilai pasar. Meskipun demikian, dengan berkembangnya pariwisata tentunya akan menciptakan permintaan konsumsi dan investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa, baik

Download penelitian lebih lengkap penelitian pariwisata klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *