Pemkab Bidik Kawasan Wisata Kebun Teh

Konsultan Penelitian Pariwisata-Pemkab Karanganyar membidik pengelolaan bersama kawasan wisata di Ngargoyoso melalui kerjasama dengan Kodam IV/Diponegoro selaku pemilik lahan kebuh teh. Pemkab pun telah merancang pemanfaatan area kebun teh di Ngargoyoso sebagai obyek pariwisata dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Selama ini lahan di kebun teh Kemuning Ngargoyoso dimiliki Kodam. Sedangkan pengelolahan lahan diserahkan penyewa. Sebenarnya sangat potensial jika pariwisata di sana dikelola Pemkab,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono di rumah dinas, Kamis (20/02/2014).

Niatan kerjasama pengelolaan kebun teh, kata dia, segera dituangkan secara prosedural. Dikatakan dia, lahan seluas 200 hektare itu menjadi milik TNI seiring peralihan pemerintah kolonial Belanda ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah berjalan puluhan tahun, Pemkab ingin menjajaki pengelolaan bersama di obyek-obyek potensial di wilayahnya yang saat ini berstatus milik instansi lain.

Menurut Juliyatmono, komunikasi dengan Pangdam IV/Diponegoro ihwal pengelolaan bersama kebun teh akan diawali permohonan izin membangun fasilitas umum (fasum) menuju area tersebut. Rencana pembuatan fasum juga tidak terlepas penyelenggaraan PON ke-20 yang akan mengambil venue paralayang di area kebun teh.

“Pemkab akan memfasilitasi akses di bidang akses jalan sepanjang 90 meter. Akan dibangun juga infrastruktur pendukung. Di sana harus menjadi obyek wisata tanpa harus menunggu PON pada 2020 mendatang,” jelasnya.

Jika usulan kerjasama disetujui, Pemkab bakal langsung mengambil alih bisnis kebun teh melalui tata kelola Perusahaan Daerah (Perusda). Perusahaan berpelat merah ini selain mengelola potensi alam juga menangani wisata alam di Ngargoyoso. Dikatakan Bupati, obyek-obyek wisata di Ngargoyoso dapat saling terhubung melalui pembuatan jalur transportasi di kebun teh. Dia kembali menegaskan, seluruh rencana itu membutuhkan persetujuan Kodam. Adapun pendanaan proyek tersebut telah dihitung Pemkab dengan nominal tak sampai Rp 7 miliar. (

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *