Pemilu, Hotel di Yogyakarta Sepi

Tingkat okupansi atau hunian hotel bintang 3, 4, dan 5 di wilayah DIY turun drastis tinggal 25 persen, pada hari pemungutan suara pemilihan legislatif 9 April. Sedangkan tingkat okupansi hotel kelas melati, bintang 1 dan 2, tinggal 15 persen, meski hari pencoblosan dinyatakan pemerintah sebagai libur nasional.”Wah, iya drop sekali ini. Tinggal 25 persen. Aduh, bagaimana ini,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY, Istijab S. Danunegoro, saat dihubungi Tempo, Rabu, 9 April 2014. Penurunan okupansi itu, mulai terlihat sejak Senin, 7 April 2014. Saat itu, okupansi hotel berbintang turun menjadi 30 persen.

Istijab mengeluhkan penurunan yang jauh lebih drastis ketimbang pemilu 2009, yang sedikit lebih tinggi, yaitu 35 persen. Meski dia mengakui, saat liburan perayaan Hari Raya Nyepi akhir Maret lalu, sempat mendongkrak okupansi hotel berbintang hingga 90 persen.

Dia berharap pada libur Hari Raya Wafat Isa Almasih, 18 April mendatang, bisa mengungkit kenaikan okupansi. “Paling tidak naik lagi 80 persen ya. Apalagi April ini sudah memasuki libur panjang,” kata Istijab.

Penurunan okupansi hotel, diakui Istijab berbanding terbalik dengan tingkat minat masyarakat untuk memberikan hak pilih. Apalagi tiap hotel tidak menyediakan tempat pemungutan suara. “Karena hotel, memang tidak ambil bagian dalam pemilu. Kalau mau nyoblos, bisa di TPS di sekitar hotel,” kata Istijab.

Sementara itu, wisata keraton Yogyakarta, yang meliputi empat bagian, juga libur selama satu hari. Keempat bagian wisata keraton meliputi Keraton Yogyakarta, Museum Kereta, pagelaran, dan Taman Sari. “Cuma libur sehari,” kata Pengageng Tepas Pariwisata Keraton Yogyakarta Gusti Bendara Pangeran Haryo Prabukusumo, saat ditemui setelah memberikan hak suara di TPS 11 RW 9, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *