Pembenahan Pariwisata Tokyo untuk Menyambut Olimpiade 2020

Jepang merupakan salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi baik oleh wisatawan Indonesia maupun asing laPM jepanginnya. Negara ini tidak hanya menawarkan keindahan alam atau budaya tetapi juga keunikan lainnya seperti kecanggihan teknologi dan anime yang mendunia.

Salah satu tarian yang menggambarkan musim dingin di Jepang

Setelah mlelihat potensi ini, pemerintah Jepang pun semakin meningkatkan berbagai fasilitas pendukung untuk wisatawan. Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan memperluas spot Wifi ke seluruh kota, menyiapkan berbagai menu restoran dalan berbagai bahasa, meningkatkan papan informasi multibahasa, menyediakan stasiun barrier-free, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2009 hanya ada 6.790 .000 orang yang berkunjung ke Tokyo, namun pada setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2014 menjadi 12.177 .000 orang. Wisatawan Indonesia juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dimana tahun 2009 hanya 64.000 orang dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 135.000 orang.

Tak heran bila Jepang pun melakukan berbagai upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia untuk datang ke Jepang, salah satunya dengan mempermudah visa untuk ke Jepang dengan Relaxation for multiple visa, simplification of visa procedure for specific travel agent, dan terakhir the exemption of visa by registering IC passport to Japanese embassy/consulate.

Momentum olimpiade Tokyo pada tahun 2020 juga diletakkan sebagai benchmark, selain itu untuk mendukung prekonomian pariwisata pemerintah jepang juga memberlakukan bebas bea pada toko di jepang sejak Oktober tahun lalu. Pemerintah jepang juga menargetkan jumlah wisatwan yang berkunjung pada tahun 2020 mencapai 20 juta orang. Oleh karena itu, pemerintah Jepang sangat gencar mempromosikan parwisata Jepang ke berbagai negara, salah satunya Indonesia. Dalam promosinya mereka juga turut mengajak beberapa pnggerak ekonomi pariwisata Jepang seperti Imperial Hotel, toko Don Quijote, Chiba Convention Bureu and international center, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Jepang mulai membidik masyarakat muslim sebagai terget wisatawan mereka, mengingat mulai banyak wisatawan muslim yang melakukan perjalanan wisata. Pemerintah Jepang pun mulai membuat berbagai tempat ibadah untuk umat muslim dan melakukan penyuluhan kepada restoran-restoran untuk meningkatkan kesadaran lisensi makanan hala.

Masyarakat Jepang juga siap menyambut wisatawan dengan mengedepankan semangat ‘omotenashi’. “Wisatawan Jepang akan diterima dengan semangat ‘omotenashi’ yaitu semangat pelayanan khas Jepang yang halus dan sopan sehingga mampu menikmati waktu yang nyaman dan tenang. Selain itu menjelang Olimpiade 2020, Tokyo akan terus berubah secara dinamis, untuk membuat wisatawan merasa nyaman,” kata Takashi Yamamoto, Direktur Umum Birokrasi Industri dan Hubungan Tenaga Kerja, Pemerintahan Metropolitan Tokyo. (EVA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *