PARIWISATA JATENG: Pembenahan Infrastruktur Mendesak Direalisasikan

Pelatihan Pariwisata  | Jadwal Pelatihan Pariwisata 2015

pemkot-butuh-perda-rencana-induk-pariwisata-AVtPemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kota/kabupaten bagi pembenahan infrastruktur dapat direalisasikan secepatnya guna mendukung promosi pariwisata di wilayahnya.Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Trenggono mengakui buruknya infrastruktur dasar masih menjadi kendala bagi pemda untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Padahal, jelasnya, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar atau cruise yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tergolong tinggi.
Dia menjelaskan saat ini sudah tercatat 21cruise yang dijadwalkan mengunjungi wilayah Jateng melalui Pelabuhan Tanjung Emas. Menurutnya, jumlah tersebut dapat bertambah dan diperkirakan melebihi jumlah kapal pesiar yang singgah pada 2014, yakni 24 kapal.

“Ada 21 yang sudah ter-schedule dan bisa bertambah lagi. Kami yakin bisa melebihi tahun lalu,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (20/1/2015)

Dengan potensi tersebut, lanjut Trenggono, pembenahan infrastruktur di Jawa Tengah mesti segera direalisasikan. Bukan hanya peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, dia menuturkan peningkatan kapasitas bandara, terminal, pelabuhan dan kereta menjadi penting guna menangkap peluang di sektor pariwisata Jateng.

Dia menegaskan Pemprov Jateng telah mengarah kepada pembenahan tersebut. Namun, ungkapnya, upaya tersebut juga terkait dengan campur tangan instansi lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumhan Rakyat dan khususnya pemerintah kota/kabupaten di Jateng.

Karena itu, Trenggono menyatakan pembenahan infrastruktu untuk mendukung sektor pariwisata membutuhkan sinergi pihak yang terkait.

“Itu kan lintas sektor, antara dinas pariwisata dan Bina Marga, juga lebih besar lagi kaitannya dengan Kemenpupera dan terutama pemkot/pemkab. Jadi, memang butuh sinergitas untuk embenahi infrastruktur,” ujarnya.

Selain itu, Trenggono menuturkan pembenahan pada destinatasi dan konsep penataan pariwisata juga akan dikembangkan. Di menjelaskan pemprov telah bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata untuk mengajak beberapa  tour operator mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Jateng.

Menurutnya, terdapat kesan bahwa objek wisata di  Jateng masih konvensional, dengan candi Borobudur sebagai destinasi utama dan objek wisata lain, seperti museum kereta api, sebagai pendukung.

Dia mengatakan masih terdapat sejumlah objek wisata alternatif yang bisa dikembangkan seperti Losari dan sisi timur Kota Semarang sisi timur. Pengembangan destinasi baru, sambungnya, akan mewujudkan pariwista Jateng yang terintegrasi.

“Balemong di Ungaran dan agrowisata di Tlogo dan dihubungkan hingga ke Kota Solo ke depannya apabila jalan tol sudah siap,” ungkapnya.

Berdasarkan sumber Bisnis, pada Selasa (20/1), dua cruise, yakni Seven Sea dan Crystal Sympony sandar di Pelabuhan Tanjung Emas. Para wisman dari kapal tersebut tampak akan melakukan kunjungan wisata di Semarang dan area sekitarnya dengan menggunakan bus.
Namun, sayangnya jalan Ronggowarsito tampak masih kumuh dan digenangi air.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno, mengakui permasalahan aksesibilitas ke sejumlah destinasi wisata lokal di Jateng menjadi salah satu pemicu yang dapat menurunkan tingkat kunjungan wisatawan. Dengan begitu, jelasnya, pembenahan infrastruktur dan sarana transportasi perlu segera diwujudkan untuk mendorong sektor pariwisata.

“Infrastruktur ke destinasi wisata di Jateng mesti ada pembenahan,” katanya.

Apalagi, dia menilai pada 2015 penurunan kunjungan wisatawan nusantara ke Jateng pada 2015 berpotensi terjadi secara signifikan dengan pemberlakuan kebijakan pemerintah yang membatasi kegiatan birokrat di fasilitas swasta. Pasalnya, selama ini porsi kunjungan wisnus dengan latar belakang kegiatan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) cukup besar.

Potensi penurunan itu, lanjut Joko, diperkuat dengan kondisi destinasi yang dinilai tanpa inovasi.

“Saya kurang optimistis dengan wisnus sebab pemerintah nampak kurang serius, misalnya aksesibilitas dan promosi masih kurang dan belum ada suatu inovasi atau kejutan apapun. Pekalongan, Banyumas dan Magelang perlu dikembangkan dan diperkenalkan,” ungkapnya.

Pengembangan sarana transportasi terpadu, sambung Djoko, juga diperlukan dengan potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Dia memperkirakan pertumbuhan kunjungan wisman pada 2015 akan mencapai kisaran 15%. “Itu didukung denan tingginya jumlah cruise yang bersandar di Tanjung Emas,” tegasnya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Tengah melalui bandara Adi Sumarmo (Solo) dan Ahmad Yani (Semarang) pada 14.653 kunjungan atau turun 15% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2013, yakni sebanyak 17.249 kunjungan.

Adapun, sepanjang 2013 jumlah wisman melalui kedua bandara tersebut mencapai 18.186 kunjungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *