Pariwisata Harapan Pasca Timah

Penelitian pariwisata RIPPDA Pariwisata-BELINYU terus berbenah dan meningkatkan upaya pembangunan. Potensi yang diharapkan bisa menjadi andalan di masa mendatang bagi daerah ini adalah usaha di bidang pariwisata, kelautan perikanan serta usaha kecil menengah.  Sektor pertambangan yang saat ini menjadi andalan perekonomian daerah memiliki keterbatasan sebagai sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Sedangkan perkebunan-perkebunan yang ada di Bangka utara sebagian besar dikuasai pengusaha.  Lokasi tujuan wisata yang ada di Belinyu antara lain Pantai Penyusuk, Romodong, Pha Kak Liang, hingga Pulau Bintet yang belum dikembangkan secara maksimal. Ada juga wisata kuliner makanan khas Belinyu berupa otak-otak, kemplang dan kerupuk Belinyu. Sedangkan destinasi wisata yang sudah mengundang kedatangan wisatawan dari berbagai daerah adalah wisata religi Gua Maria.


Pengembangan berbagai destinasi wisata itu masih bersandar pada usaha-usaha pribadi, belum banyak melibatkan peran pemerintah. Hal yang sama juga terjadi pada sektor perikanan dan kelautan yang belum digarap seluruh potensinya.  Camat Belinyu, Ismet, mengakui potensi pariwisata di Belinyu belum dikembangkan secara maksimal. “Ke depan pariwisata yang akan menjadi andalan sumber pendapatan daerah. Pariwisata yang sudah berjalan yakni wisata religi, Gua Maria Belinyu dan wisata sejarah,” kata Ismet, Sabtu (11/1) lalu. Ismet juga bangga makanan khas Belinyu berupa otak-otak, kemplang dan kerupuk menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke Bangka. “Makanan khas Belinyu selama ini diminati banyak wisatawan. Pendapatan dari makanan khas ini pun cukup lumayan. Maka kita harapkan ke depan pengembangannya menjadi lebih maksimal,” kata Ismet. Pengusaha otak-otak di Belinyu, Acu, mengakui tingginya minat para pecinta kuliner kepada otak-otak Belinyu.

“Pendapatan setiap hari cukup lumayan. Tetapi biaya produksinya cukup besar untuk beli ikan dan bumbu-bumbu. Ditambah biaya sewa gedung. Ini semua masih usaha pribadi. Usaha otak-otak menjanjikan. Apalagi kalau pariwisatanya terus dikembangkan. Makin banyak wisatawan, maka pasti makin banyak pengunjung. Selama ini masih ada andalkan pembeli masyarakat lokal, wisatawan hanya sesekali,” kisah Acu. Pengembangan pariwisata di Belinyu masih tersandung urusan kelayakan jalan. Akses menuju lokasi pariwisata selain jauh kondisinya jalannya pun banyak yang rusak.

“Pariwisata masih terkendala infrastruktur jalan. Selain itu ketersediaan energi. Kalau ada listrik, kita yakin Pantai Penyusuk dan Romodong akan dikembangkan maksimal,” ungkap pengusaha bongkar muat Belinyu, Candra Halim. Candra juga berharap hotel dan penginapan di daerah ini bertambah jumlah dan kualitasnya. “Sebagai masyarakat kami mendukung semua rencana pengembangan pariwisata, perikanan, UMKM dan pembangunan Kota Belinyu ke depan,” kata Candra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *