Pakai Hidung Palsu, Iklan Penerbangan di Jepang Diprotes

Penelitian Pariwisata | survei kepuasan wisatawanhidung mancung jepang -AGEN wisata dunia melakukan apapun untuk mempromosikan pariwisata. Sementara berupaya menjual pariwisatanya, sebagian besar orang justru mengecam iklan yang telah dibuat.  Dilansir Foxnews, Selasa (23/9/2014) berikut delapan iklan pariwisata di dunia paling kontrovesial:

Pariwisata Rumania
Hampir semua negara menghabiskan banyak uang mengajak wisatawan berkunjung ke negara mereka. Hal ini pula dilakukan Rumania. Belum lama ini, situs perjalanan negara ini meluncurkan logo terbaru. Meski terlihat segar dan menarik, logo tersebut dianggap menjiplak stok logo. Dianggap seperti itu, negara ini tetap tak memberikan komentar.

All Nippon Airways
Dianggap terlalu rasis, maskapai penerbangan Jepang ini meminta maaf. Pasalnya iklan yang dibuat menunjukkan wajah baru mereka justru mendapat protes dari banyak pihak. Awalnya mereka ingin membuat sebuah iklan dengan campuran komedi di dalamnya, namun menurut sebagian orang yang melihat iklan ini bermaknakan lain. Iklan ini menampilkan dua pemuda Jepang yang berbincang di bandara.

Salah satunya berkata “Apakah kamu ingin sebuah pelukan?” namun reaksi ini ditanggapi dengan wajah bingung dari lawan bicaranya. Kemudian pemuda satunya mendadak mengenakan wig bule lengkap dengan hidung palsu yang sangat mancung. Bentuk rasis mereka dilihat dari tokoh ini. Dimana iklan ini dianggap menghina ras kaukasian. Spontan para ras kaukasian ini mengecam dan menjelek-jelekkan maskapai penerbangan ini. Meski sebagian orang menganggap iklan ini lucu dan unik.


Logo Pariwisata Hongkong
Tidak ada yang aneh begitu mendengar slogan dari Badan Pariwisata Hongkong demi mendatangkan jutaan wisatawan ke negara mereka. Akan tetapi dampak slogan ini dirasakan  wisatawan setelah Hongkong terkena wabah SARS. Dimana slogan tersebut bertuliskan Hongkong akan membuat kalian berhenti bernafas. Tak lama kemudian negara ini terkena wabah SARS mematikan.

Australia Gold Coast
Gold Coast Tourism mengatakan tidak akan lagi menggunakan gambar seorang pria yang mengenakan celana pendek ketat berkeliaran di bawah sinar matahari dan pasir putih. Hal ini disinyalir memicu kemarahan karena isi pesan iklan terlalu melegalkan kaum sesama jenis atau homoseksual. Meski sesungguhnya keindahan pantai ini diharapkan mampu menarik semua wisatawan dari dunia, bukan hanya kaum homo. Namun diakui oleh pembuat iklan ini bahwa mereka memang salah menafsirkan apa yang sesungguhnya diinginkan oleh pariwisata di Gold Coast untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya. (jjs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *