Kabupaten BELU, Nusa Tenggara Timur Susun Rencana Induk Pariwisata

objek-wisata-ntt_15004_153_fulan_fehanRIPPARKAB (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata kabupaten Belu) disusun oleh Tim PT. Kirana Adhirajasa Indonesia pada tahun 2017 ini, untuk menjawab tantangan pengembangan pariwisata di Perbatasan. Dalam kacamata pengembangan pariwisata di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur ini memang memiliki potensi yang patut untuk di kembangkan. Kekuatan wisata budaya, alam dan buatan menjadi ujung tombak pengembangannya. Tim PT. Kirana Adhirajasa Indonesia yang beranggotakan 10 orang dan berasal dari berbagai disiplin ilmu ini melihat potensi Belu sebagai daerah di perbatasan menjadi sangatlah penting untuk dijadikan sebagai unggulan propinsi NTT. Continue reading

Kajian Budaya Kalang Kota Yogyakarta Kerjasama Dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta

rumah-kalangKota Yogyakarta tidaklah luas bahkan sangat kecil, tidak memiliki potensi industri dan hampir-hampir tidak memiliki potensi alam seperti daerah lain yang dijadikan sebagai unggulan daerah. Namun demikian, Kota Yogyakarta menjadi besar namanya karena memiliki hal yang jauh lebih penting sebagai kekuatan utamanya, yakni BUDAYA yang tumbuh berkembang di masyarakat, baik yang bersumber dari Kraton dan Pakualaman maupun yang bersumber dari masyarakatnya sendiri.Salah satu budaya yang bersumber dari masyarakat adalah budaya Masyarakat Kalang. Kalang berasal dari Bali yang berarti ahli bangunan, terutama yang bermateri kayu. Selera seni dengan ketrampilannya yang tinggi terkenal di seluruh Nusantara, sehingga  Sultan Agung Hanyokrokusumo berkenan mendatangkan Orang-orang Kalang dari Bali untuk membantu dalam pembangunan Kraton beliau dan diminta menetap di Kotagede. Sejak itulah kelompok Orang Kalang berkembang menjadi masyarakat yang turut mewarnai kharakter Kotagede dengan adat dan tradisi yang masih mereka pertahankan. Continue reading

Kota Surakarta Lakukan Passenger Exit Survei Untuk Wisman Mancanegara

festival-payung-indonesia-6Dalam rangka meningkatkan kinerja pariwisata Kota Solo yang tahun 2017 ditargetkan menerima kunjungan sebanyak 117.000 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Untuk meningkatkan kunjungan Wisman ini salah satunya kota Surakarta mengadakan Passenger Exit Survei. Kajian Passenger Exit Survei ini akan dilakukan di pintu-pintu keluar wisatawan yang ada di Kota Surakarta, termasuk bandara Adisumarmo dan  Stasiun Balapan serta salah satu Daya Tarik Wisata Unggulan di Kota Solo untuk menjaring Wisman yang tidak keluar langsung melalui Bandara ataupun stasiun. Continue reading

Kabupaten Semarang Identifikasi Profil dan Analisis Pasar Wisnus dan Wisman

CLT_world+heritageDalam rangka mengembangkan pasar wisatawan baik mancanegara maupun nusantara Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bekerjasama dengan penelitianpariwisata.com melakukan Kajian Identifikasi profil dan analisis Pasar Wisnus dan Wisman. Kabupaten Semarang memiliki beberapa daya tarik wisata unggulan dan potensial yang memiliki kekuatan dan daya jual dengan basis pengembangan tidak hanya wisata buatan saja namun dilengkapi dengan wisata budaya dan wisata alam yang bernilai jual sangat tinggi.

Continue reading

Selenggarakan Kajian Monitoring Event di Solo

SGSCardBeragam kegiatan seni dan budaya digelar rutin setiap tahun di Kota Surakarta atau Solo, seperti Solo Great Sale, Solo Batik Carnival, Festival Jenang, Solo Menari 24 Jam, Festival Film Solo, Mangkunegaran Performing Art, Solo International Performing Arts, Solo City Jazz, Keraton Art Festival, Solo Film Festival, Konser Gamelan Akbar, dan lainnya. Kegiatan seni dan budaya ini dapat dikelompokkan sesuai dengan kategori dalam MICE. Upaya untuk meningkatkan potensi wisata menunjukkan hasil yang positif. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara terus meningkat dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Continue reading

Pelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota

prambananPelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan ProvinsiI/Kabupaten/Kota – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman seni dan budaya. Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi bangsa dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keragaman seni dan budaya tersebut. Jadi tidak  mustahil jika saking banyaknya keragaman seni dan budaya yang dimiliki bangsa ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Untuk itulah pelestarian budaya sangatlah penting. Dalam Pasal 32 UUD 1945 amandemen (4) disebutkan bahwa   (1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. (2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Oleh sebab itu, perlu pengaturan dan perencanaan dalam pembangunan kebudayaan yang mengatur 8 pilar pembangunan kebudayaan Indonesia yang meliputi: pelestarian hak berkebudayaan, pembangunan jati diri dan karakter bangsa, penguatan multikulturalisme, pelestarian sejarah dan warisan budaya, pengembangan industri budaya, penguatan diplomasi budaya, pengembangan pranata dan SDM kebudayaan, dan pengembangan sarana dan prasarana budaya.
Continue reading