Nias Segera Dibangun, Sektor Pariwisata Dikembangkan

Penelitian Pariwisata | RIPPDA

niasPemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata segera membangun sektor pariwisata di Pulau Nias, paling tidak dengan pengembangan lintasan dari 1.800 meter menjadi 2.200 meter di Bandar Udara Binaka. Nias memiliki potensi besar di sektor pariwisata sehingga apabila dikembangkan, dapat mendukung pertambahan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Hal itu terungkap dalam ”Peringatan 10 Tahun Gempa Nias dan  Peletakan Batu Pertama Pembangunan Monumen Gempa Nias” di Kota Gunungsitoli, Nias, Sabtu (28/3/2015). Hadir dalam acara itu, antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoli, Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN Nico Barito, dan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Arief mengatakan, Nias memiliki potensi besar di sektor pariwisata, seperti budaya lompat batu di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan. Nias pun memiliki panorama alam bahari yang menawarkan pantai berpasir putih, laut biru, dan gelombang tinggi. Di sisi lain, keberadaan Nias sudah dikenal dunia internasional, terutama setelah gempa bumi 8,7 skala Richter pada 28 Maret 2005. ”Setidaknya, kalangan internasional pernah datang guna membantu daerah ini,” ujarnya.

Namun, segala potensi itu belum berkembang optimal. Jumlah kunjungan wisatawan lokal ataupun mancanegara hanya kurang dari 25.000 orang per tahun di Nias. Kontribusi sektor pariwisata tak lebih dari 5 persen untuk total pendapatan asli daerah (PAD) empat kabupaten dan satu kota di Nias, yang sekitar Rp 50 miliar per tahun.

Arief menuturkan, Kementerian Pariwisata berupaya membantu Nias. Paling tidak, pihaknya akan membantu pemanjangan landasan pacu Bandara Binaka, satu-satunya bandara di Nias, dari 1.800 meter menjadi 2.200 meter. Bahkan, bisa saja perpanjangan landasan menjadi 2.500 meter.

Dengan demikian, ke depan pesawat berbadan besar, seperti Bombardier CRJ 1000 yang bisa memuat penumpang lebih dari 100 orang, bisa mendarat di Nias. Hal ini diharapkan bisa memacu kedatangan penumpang yang lebih banyak lagi ke Nias.

”Kendati demikian, kami tetap berharap pemerintah daerah turut berupaya meningkatkan segala kebutuhan penunjang sektor pariwisata, seperti akses jalan antardaerah,” ucapnya.

Melalui upaya itu, Kementerian Pariwisata menargetkan penambahan jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara menjadi sekitar 100.000 orang ke Nias pada 2019 dan sekitar 1 juta orang pada 2024.

”Ini harus terwujud guna turut berkontribusi mencapai target penambahan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 20 juta orang dan lokal 275 juta orang pada 2019,” kata Arief.

Ego sektoral

Nico menyampaikan, pengembangan pariwisata tak hanya terpaku pada pengembangan akses transportasi dan infrastruktur. ”Pemerintah setempat pun harus menjaga kebersihan lingkungan di kawasan wisata dan meningkatkan daya dukung masyarakat yang lebih terbuka,” tuturnya.

Erry menilai, pengembangan pariwisata terhambat karena masih ada ego sektoral antarpemimpin daerah di Nias. (dri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *