Menparekraf: Jadikan Pariwisata “Leading Sector” Pembangunan

Industri pariwisata sudah seharusnya menjadi sektor utama penggerak pembangunan nasional. Hal ini seiring kontribusi yang besar terhadap penghasil devisa terbesar di Indonesia setelah sektor minyak bumi, pertambangan, dan karet. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Elka Pangestu mengatakan karena itu sudah saatnya kepariwisataan dijadikan leading sector dalam pembangunan. Guna mewujudkannya diperlukan kesamaan pemahaman dari semua unsur baik dari pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, tenaga kerja wisata dan pemangku kepentingan kepariwisataan terkait, setuju pariwisata penting.

“Awalnya itu dulu, pariwisata merupakan sektor yang memiliki ketahanan tinggi terhadap krisis. Untuk wilayah ASEAN saja, pada 2013 pariwisata bisa tumbuh 12 persen atau tertinggi di dunia,” ujarnya pada seminar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bertajuk “Geo Politik Pariwisata Indonesia 2014 dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”, di Merlynn Park Hotel, Jakarta, Rabu (26/2).

Oleh karena itu, Mari berharap sebagai mitra pemerintah, GIPI dapat memunculkan visi dan komitmen bersama serta mengidentifikasi program-program yang penting untuk bisa dikerjakan bersama-sama. Pemerintah telah merumuskan sedikitnya 26 program pengembangan pariwisata. Program itu nantinya bisa dikerjakan bersama GIPI dan 40 organisasi pariwisata yang tergabung didalamnya.

“Saya sudah kasih 26 program ke GIPI, tapi realistis saja, saya minta pilih mana yang jadi prioritas. Apakah soal promosi bersama atau soal infrastruktur agar nanti kita koordinasikan bersama. Tapi yang penting adalah harus ada suara bersama bahwa pariwisata itu penting,” jelas Mari.

Pariwisata nasional terbukti membawa dampak positif akan jumlah kunjungan wisman yang bertumbuh 9,42 persen menjadi 8,8 juta kunjungan. Dengan semakin banyaknya wisman yang berkunjung dan tinggal di Indonesia, semakin besar pula devisa yang diperoleh.

“Dengan tingginya pengeluaran wisman di Indonesia, membuat pemerintah memfokuskan pada 5 sektor wisata minat khusus, antara lain meeting, incentive, conference, exhibition (MICE), wisata alam dan ekowisata, olahraga rekreasi, kapal pesiar, dan belanja kuliner. Wisata minat khusus ini dapat meningkatkan waktu tinggal dan pengeluaran wisman karena itu perlu untuk difokuskan dan prioritaskan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan mengembangkan daya tarik wisata, pemasaran destinasi dan promosi pariwisata, serta bekerja sama dengan GIPI dan mitra lainnya untuk mempersiapkan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *