Mendukung Sektor Kreatif, Kirana Akan Lakukan Kajian Wearable Art Inspirasi Dari Jogja

wearable artPerkembangan industri kreatif di Indonesia semakin menggembirakan. Bahkan beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung dan Yogyakarta dijuluki sebagai kota kreatif. Indikatornya adalah marak dan berkembangnya industri kreatif di kota – kota  tersebut. Perkembangan ekonomi kreatif juga dapat menjawab tantangan permasalah dasar jangka pendek dan menengah, yaitu: (1) relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pasca krisis (4,5% per tahun); (2) masih tingginya pengangguran (9-10%); (3) tingginya tingkat kemiskinan (16-17%); dan (4) rendahnya daya saing industri di Indonesia. Disamping permasalahan tersebut, ekonomi kreatif juga diharapkan dapat menjawab tantangan seperti isu global warming, pemanfaatan energi terbarukan, deforestasi, dan pengurangan emisi karbon, karena arah pengembangan industri kreatif ini akan menuju pola industri ramah lingkungan dan penciptaan nilai tambah produk yang berasal dari intelektualitas sumber daya insani Indonesia.

Kota Yogyakarta sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia pun tak mulai mengembangkan fashion berbagai jenis fashion sebagai bentuk kekayaan intelektual. Keanekaragam seni dan budaya yang ada menjadi inspirasi bagi desainer ataupun penguasa wilayah dalam membuat desain fashion.  Pakaian adat tradisional masyarakat di Yogyakarta terdiri dari seperangkat pakaian yang memiliki unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kelengkapan fashion tersebut merupakan ciri khusus pemberi identitas bagi pemakainya yang meliputi fungsi dan peranannya. Oleh karena itu, cara berpakaian biasanya sudah dibakukan secara adat baik waktu penggunaan, tempat digunakan serta siapa  yang mengenakannya. Adanya local wisdom tersebut tentunya dapat memberikan inspirasi dalam mengembangkan konsep wearable art pada fashion yang berciri khas Yogyakarta. Oleh karena itu, penyusunan Kajian Wearable Art Inspirasi dari Jogja dirasa penting sebagai panduan dalam mengembangkan kebudayaan melalui industri kreatif bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Yogyakarta.

Adapun tujuan kegiatan kajian ini yaitu Menyiapkan konsep wearable art sesuai dengan seni dan budaya Yogyakarta, Menerapkan konsep wearable art pada padu padan fashion sebagai ciri khas Yogyakarta, Teridentifikasinya material dan desain wearable art dan aplikasinya dan menciptakan sebuah kebijakan terkait dengan seni dan budaya kreatif yang dapat digunakan di masa yang akan datang dan dapat diterapkan guna lebih mengembangkan budaya di Kota Yogyakarta. Kegiatan kajian ini akan dilaksanakan selama 90 hari atau 3 bulan dan memiliki lokus di Kota Yogyakarta.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *