Maraknya Kekerasan Bisa Ganggu Pariwisata Yogya

Penelitian Pariwisata-Maraknya tindak kekerasan yang mengarah ke tindakan sara (suku, ras, agama, dan golongan), kejadian pembunuhan hingga tindakan razia minuman yang mengandung alkohol dalam kadar 5 persen di sebuah toko jejaring nasional oleh kelompok tertentu di Yogyakarta, dikhawatirkan berdampak serius di sektor wisata.Padahal, sektor pariwisata di Yogyakarta merupakan salah satu penyangga perekonomian masyarakat.”Yang jelas kami sebagai pelaku wisata sangat menyangkan berbagai tindak kekerasan hingga main razia sendiri yang menyebabkan ketakutan bagi masyarakat dan mengganggu kamtibmas di Yogyakarta,” kata Deddy Pranowo Eryono, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, kepada VIVAnews, Senin 9 Juni 2014.
Deddy menuturkan, sektor pariwisata sangat sensitif dengan masalah keamanan, apalagi saat ini musim libur sekolah dan akan disusul dengan libur Lebaran, yang tentunya akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

“Saat ini memang belum terlihat ada penurunan jumlah pengunjung, baik wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara, namun sudah banyak travel agent yang menanyakan kondisi keamanan di Yogyakarta,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam kondisi seperti ini para pelaku wisata berharap pemerintah daerah terlebih aparat keamanan dapat memberikan jaminan keamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

“Tindakan preventif dan tindakan tegas sesuai dengan UU yang berlaku harus ditegakkan oleh aparat penegak hukum, sehingga tidak ada kesan pembiaran dan tidak ada lagi jaminan keamanan di Yogyakarta ini,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *