Kirana Bekerjasama dengan Disbud DIY Akan Selenggarakan Sosialisasi Travel Heritage

CLT_world+heritageKirana Adhirajasa Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kebudayan DIY selenggarakan kegiatan sosialisasi Heritage Travel. Kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan 15-16 Juni 2015 mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan heritage yang ada di Indoneisa karena secara umum  negara kita merupakan negara yang kaya akan peninggalan seni dan budaya. Keanekaragaman seni dan budaya tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu menarik minat kunjungan wisatawan ke Indonesia dan bahkan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) Indonesia telah didaulat sebagai World Heritage Site sejak 1991. Daya tarik seni dan budaya tersebut tak hanya hasil dari masa kini namun juga hasil di masa lampau yang sering disebut dengan heritage.

Heritage menurut UNESCO didefinisikan sebagai warisan (budaya) masa lalu, yang seharusnya dilestarikan dari generasi ke generasi karena memiliki nilai-nilai luhur. Dalam kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John M Echols dan Hassan Shadily, heritage berarti warisan atau pusaka. Sedangkan dalam kamus Oxford, heritage diartikan sebagai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa atau negara selama bertahun-tahun dan diangap sebagai bagian penting dari karakter mereka. Peter Howard dalam Heritage: Management, Interpretation, Identity mendefinisikan heritage sebagai segala sesuatu yang ingin diselamatkan orang, termasuk budaya material maupun alam.

Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata heritage tentunya juga mempunyai berbagai macam daya tarik meliputi Makam Raja – Raja Imogiri, Kraton Yogyakarta dan kawasannya, Kawasan Kotagede dan lain sebagainya. Apalagi saat ini dengan adanya Undang-undang keistimewaan DIY yang didalamnya mengatur tentang budaya dan pariwisata menjadi salah satu dasar untuk semakin berkembangnya kegiatan jenis ini. Dengan dukungan dana keistimewaan tentunya program – program atau kegiatan tidak hanya  untuk masyarakat Yogyakarta saja melainkan juga dapat dinikmati manfaatnya oleh didaerah lain secara tidak langsung.

 

Hal ini oleh Dinas Kebudayaan DIY melalui Seksi Sejarah dan Purbalaka sebagai dasar untuk menyelenggarakan program Heritage Travel yaitu program yang bertujuan untuk mengenalkan dan mengembangkan situs-situs heritage di Indonesia. Berdasar Undang – undang No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya disebutkan bahwa Lingkup pelestarian Cagar Budaya meliputi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan. Dalam kegiatan heritage travel ini sudah dalam tahapan pemanfaatan cagar budaya.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini akan berkolaborasi dengan Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) yang merupakan  forum kerjasama yang dibentuk oleh 10 provinsi, dengan tujuan agar para daerah menyusun kekuatan untuk saling memperoleh manfaat.  Adapun manfaat dari kegiatan heritage travel ini diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. 1.       Identifikasi daya tarik tujuan heritage travel.
  2. 2.       Memberikan perlindungan dan pengembangan kepada daya tarik tujuan heritage travel.
  3. 3.       Saling bertukar infomasi dan promosi diantara masing – masing peserta anggota MPU.
  4. 4.       Mengembangkan kelembagaan promosi dalam rangka kegaitan heritage travel.

Dengan berbagai manfaat tersebut tentunya akan semakin meningkatkan peran pemerintah dalam pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya untuk dapat sebagai daya tarik atau tujuan program Heritage Travel Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *