Kembangkan Pariwisata Rendah Karbon, Indonesia Gandeng UNWTO

PenelitianPariwisata|KonsultanPariwisata|RIPPDA|RIPOW|RENSTRA|DED-Indonesia menggandeng badan pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations World Tourism Organization (UNWTO) untuk mengembangkan pariwisata rendah karbon melalui proyek STREAM (Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation Measures) dalam upaya memerangi perubahaan iklim.Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) Firmansyah Rahim membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada acara The STREAM Delivery Conference yang berlangsung di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta, Senin (5/5).

“STREAM merupakan contoh praktis bagaimana sektor pariwisata bisa melibatkan masyarakat lokal sebagai salah satu solusi memerangi perubahan iklim. Kami mengharapkan proyek STREAM menjadi percontohan dalam penerapan destinasi rendah karbon serta dapat direplikasikan ke destinasi pariwisata lainnya,” kata Firmansyah.

STREAM atau Pariwisata Berkelanjutan dengan Energi Efisiensi Melalui Kegiatan Adaptasi dan Mitigasi merupakan proyek kerja sama UNWTO bersama Kemparekraf dalam upaya memerangi perubahaan iklim di Indonesia.

Proyek STREAM sebagai bagian dari International Climate Initiative yang didukung oleh kementerian Jerman untuk Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Bangunan, dan Keselamatan Nuklir ini mengadopsi pendekatan global dalam mengembangkan pariwisata rendah karbon di kawasan wisata Pangandaran, Jawa Barat sejak 2011.

Hingga April 2014, hampir seluruh atau sebagian besar proyek ini telah dilaksanakan dan dimonitor oleh mitra lokal.

“Kami selalu konsisten mendukung proyek UNWTO di Pangandaran sejak proyek pertama tahun 2007 sampai dengan 2010 dalam merevitalisasi pariwisata Pangandaran pascabencana tsunami tahun 2006,” kata Firmansyah.

Firmansyah menambahkan, salah satu pencapaian proyek ini adalah pelaksanaan kegiatan efisiensi energi serta energi terbarukan di hotel dan restoran serta pengembangan perangkat lunak perencanaan rendah karbon yang dapat membantu pengembangan pariwisata rendah karbon di kawasan Pangandaran.

“Proyek ini juga melaksanakan program rehabilitasi secara komprehensif untuk memulihkan ekosistem bakau dan terumbu karang di Pangandaran. Lebih dari 1.400 fragmen karang dan 38.000 pohon bakau telah berhasil ditanam dengan tingkat daya tahan hidup yang tinggi,” katanya.

Menurut dia komponen kunci dari keberhasilan proyek STREAM di Pangandaran adalah keterlibatan komunitas lokal.

Lebih dari 2.000 orang dari berbagai organisasi dan kelompok masyarakat terlibat dalam konservasi bakau termasuk 450 siswa sekolah yang berpartisipasi dalam program “Duta Mangrove”.

Selain itu melalui STREAM telah dikembangkan beberapa kegiatan pariwisata hijau dengan melibatkan wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran agar turut serta memerangi perubahan iklim.

“Misalnya, mengajak wisatawan menggunakan perahu tenaga matahari atau sepeda bambu untuk menikmati Pangandaran,” katanya.

Selain itu mengajak wisatawan turut serta menanam pohon bakau serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang pariwisata berkelanjutan kepada wisatawan yang banyak memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada acara pembukaan itu hadir pula Executive Director for Operational Programmes and Institutional Relations UNWTO Marcio Favilla. Menurutnya, perubahan iklim bukan kejadian sesaat melainkan fenomena yang telah memengaruhi sektor pariwisata secara lebih luas.

“Melihat hasil yang telah dicapai oleh STREAM, menjadi jelas bahwa proyek ini adalah contoh yang sangat baik bagaimana pariwisata dapat menjadi sarana efektif untuk menghadapi perubahan iklim, melindungi sumber daya alam sambil mengarahkan pengembangan secara inklusif bagi masyarakat lokal dan kerja sama lintas sektor yang baik,” kata Favilla.

Kegiatan STREAM pada 2014 meliputi program untuk mendorong perubahan perilaku wisatawan atau tamu hotel supaya berlaku ramah lingkungan selama mereka tinggal. Terkait dengan hal ini STREAM akan menerbitkan panduan dan pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *