Kembangkan Pariwisata, Pemkab Rohil Siapkan Lahan di Pulau Jemur

Penelitian Pariwisata | RIPPDA |RIPOW

taman budaya rohilPemkab Rokan Hilir sedang menyiapkan lahan di Pulau Jemur sesuai permintaan investor untuk pengembangan pariwisata. Guna mendapatkan kepastian, masih akan dibicarakan dengan Bupati Suyatno. “Sekarangkan berdasarkan hasil rapat kemaren, mereka (investor, red) minta disiapkan lahan di Pulau Jemur, tapi hingga saat ini belum ada kepastian. Akan dibicarakan lagi dengan Pak Bupati,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbutparpora) Rohil Zulkarnain Nur, Jum’at (5/12/14) malam, saat diwawancarai usai acara pemaparan materi “Strategi Promosi Pariwisata” di Hotel Mahera Bagansiapiapi dalam penataran pemandu wisata.

Penyiapan lahan dimaksudnya, juga termasuk untuk di Pulau Pedamaran dan Simpang Gong, dimana di dua lokasi tersebut akan dibangun hotel dan mall.

“Jadi sekarang tinggal pembebasan lahan, sementara investor pihak ketiga ini sudah siap membangun,” klaimnya.

Di tempat yang sama, Ketua Riau Turismn Board (RTB), H Fadlah Sulaiman ketika diwawancarai apa yang harus diwaspadai Pemkab Rohil, mengatakan perlu dilihat keseriusan investor tersebut. “Pertama, memang betul dia berminat serius atau tidak. Jangan hanya sekedar mencari peluang lain. Tapi tetap kita terima dengan berbaik sangka dan berikan dia kemudahan,” pendapat Fadlah.

Karena sekarang ini menurutnya, salah satu penyebab investor tidak mau berinvestasi, memang ada kendala-kendala yang mereka alami. “Umpamanya, dia harus mempunyai berbagai syarat, yang di negara lain tidak ada. Dia harus membuat pernyataan-pernyataan yang memberatkan bagi mereka nanti berinvestasi,” imbuhnya.

Jadi, Pemkab Rohil menurutnya harus berbaik sangka, kalau mereka berinvestasi, silahkan, sampaikan proposal dan beri kemudahan.

Bahkan di daerah lain menurutnya pemberikan waktu 50 tahun sampai 60 tahun untuk investor tersebut sudah dilakukan, tidak ada hambatan-hambatan.

“Sebetulnya, hampir semua pemkab sudah memberikan kemudahan-kemudahan itu. Walaupun ada investor menganggap, kalau berinvestasi di suatu daerah, rasa aman dan nyaman belum ada. Terasa takut, kalau ada yang menganggunya, ada pungutan liar dan sebagainya. Kalau ada gangguan-gangguan itu, siapapun tidak akan mau berinvestasi, ” ulas Fadlah.

Sedangkan untuk menuju Pulau Jemur, Fadlah berpendapat, aksesibilitas harus disiapkan pemerintah, atau menggandeng pengusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *