Kabupaten BELU, Nusa Tenggara Timur Susun Rencana Induk Pariwisata

objek-wisata-ntt_15004_153_fulan_fehanRIPPARKAB (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata kabupaten Belu) disusun oleh Tim PT. Kirana Adhirajasa Indonesia pada tahun 2017 ini, untuk menjawab tantangan pengembangan pariwisata di Perbatasan. Dalam kacamata pengembangan pariwisata di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur ini memang memiliki potensi yang patut untuk di kembangkan. Kekuatan wisata budaya, alam dan buatan menjadi ujung tombak pengembangannya. Tim PT. Kirana Adhirajasa Indonesia yang beranggotakan 10 orang dan berasal dari berbagai disiplin ilmu ini melihat potensi Belu sebagai daerah di perbatasan menjadi sangatlah penting untuk dijadikan sebagai unggulan propinsi NTT.

Beberapa daya tarik seperti Fulan Fehan memiliki keunggulan daya tarik dengan level internasional. Fulan Fehan sendiri  merupakan sebuah lembah di kaki Gunung Lakaan dengan sabana yang sangat luas. Lembah ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekitar 26 Km dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu. Potensi yang dimiliki Lembah Fulan Fehan adalah banyak terdapat kuda yang bebas berkeliaran, pohon kaktus yang tumbuh subur dan hamparan padang sabana yang luasnya tak terjangkau oleh mata. Selain itu tak jauh dari lembah ini ada beberapa objek bersejarah lainnya yang menjadi satu kesatuan paket yang mendukung pesona dan daya tarik objek wisata ini, seperti Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh di puncak Bukit Makes, di sudut lainnya berdiri Gunung Lakaan yang menjulang tinggi, Bukit Batu Maudemu di Desa Maudemu, yang di puncaknya terdapat beberpa peninggalan bersejarah berupa desa dan kuburan-kuburan bangsa Melus. Di ujung Timur lembah ini ada situs bersejarah Kikit Gewen yang Berupa kuburan tua yang sangat sakral, juga dua air terjun berair jernih dan segar yakni Air Terjun Sihata Mauhale di antara Desa Aitoun dan Desa serta Air Terjun Lesu Til di Weluli, Ibu Kota Kecamatan Lamaknen.

Proses Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Belu NTT ini, memakan waktu penyusunan selama 120 hari dan diawali dengan penyampaian laporan pendahuluan, Antara dan nantinya berakhir pada penyampaian laporan akhir pada September 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>