Investasi pariwisata tumbuh pesat

Perikanan dan PariwisataPariwisata| RIPPDA | RENCANA INDUK PEMBANGUNAN PARIWISATA DAERAH – Kepala Deputi Investasi Pariwisata Direktorat Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Henky Manurung menyatakan pertumbuhan investasi pariwisata pada semester pertama 2014 pesat mencapai 114,68 persen. “Pada semester pertama pada tahun 2014 dengan realisasi angka mencapai 255,99 juta dolar AS. Menurut saya pencapaian ini sangat signifikan,” katanya di sela-sela acara “Tourism, Hotel Investment & Networking Conference (THINC)” di Nusa Dua, Bali, Kamis. Ia mengatakan dari angka tersebut yang dari penanaman modal asing (PMA) bernilai 243,035 juta dolar AS dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) 12,956 juta dolar AS.¬† “Yang paling menarik adalah pertumbuhan investasi lokal atau dari investor lokal meningkat pesat. Sebelumnya enam berbanding satu, namun saat ini naik menjadi enam berbanding empat,” ujarnya.

Henky lebih lanjut mengatakan banyak investor lokal yang mulai berminat di pariwisata. Investasi itu tidak hanya di DKI Jakarta dan Bali tetapi berkembang di beberapa wilayah di Indonesia.

“Paling dirasakan adalah Provinsi Bangka Belitung. Setelah adanya Sail Babel dan peluncuran film Anak Kampung, Babel menjadi terpromosi dengan sendirinya. Saat ini sudah banyak penerbangan ke Babel dan rute-rute lainnya yang menghubungkan Babel,” katanya.

Ia berharap kerja sama pemerintah daerah setempat yang memiliki sumber daya alam (SDA) dan infrastruktur untuk mengembangkan pariwisatanya.

Bahkan, kata dia, sejumlah investor asing sudah mulai melirik daerah-daerah potensi di Tanah Air, Seperti Lombok, Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya.

“Saat ini Kemenparekraf terus mendorong instansi lainnya untuk meningkatkan infrastruktur penunjang dan kemudahan-kemudahan oleh daerah setempat,” katanya.

Henky mengatakan kerja sama pemerintah dengan investor asing maupun lokal sudah terus gencar untuk menanamkan investasinya di luar Jakarta dan Bali, sehingga diharapkan terjadi pemerataan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya sektor pariwisata berkembang di daerah tersebut, secara otomatis perekonomian masyarakat setempat akan meningkat, baik penyerapan tenaga kerja maupun potensi yang dimiliki warga tersebut,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *