Ini Kendala Pengembangan Pariwisata di Soloraya

 

banyumasInfrastruktur jalan masih menjadi kendala dalam pengembangan pariwisata di Soloraya. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah (pemda) lebih peduli untuk mengembangkan pariwisata.Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Daryono, mengatakan kemudahan akses menuju lokasi wisata sangat berpengaruh dalam mengenalkan dan meningkatkan pariwisata. Dia mengatakan promosi saat ini sangat terbuka dengan adanya media sosial (medsos) yang bisa diakses semua orang dengan cepat dan mudah. Namun apabila akses masih sulit, tidak ada petunjuk lokasi akan menyulitkan wisatawan dan membuat kapok untuk datang.

“Beberapa pemda belum memikirkan mengenai kemudahan akses dan infrastrukturnya apalagi fasilitas lain, seperti penunjuk jalan dan rest area. Oleh karena itu, kami berharap pemda lebih perhatian dengan membangun akses yang memadai,” ungkap Daryono saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (13/3/2016).

Meski begitu, diakuinya selama dua tahun terakhir ini perhatian untuk pembangunan infrastruktur menuju lokasi pariwisata sudah mulai terlihat. Meski diakuinya belum semua destinasi wisata memiliki akses yang mudah.

Dia mencontohkan seperti akses menuju Geopark Gunung Sewu Wonogiri masih cukup sulit. Dia mengungkapkan akses menuju lokasi tersebut dari Solo masih sulit tapi jika dilakukan dari Jogja cukup mudah dengan infrastruktur yang baik. Diakuinya meski industri pariwisata borderless dan Solo-Jogja-Semarang sudah menjadi satu kawasan pariwisata, pembangunan infrastruktur menuju ke lokasi tersebut tidak bisa diabaikan.

Selain itu, jalan di Selo, Boyolali juga rusak. Padahal jalan tersebut bisa menjadi salah satu alternatif menuju atau dari Candi Borobudur. Penegakkan peraturan oleh pemda juga harus ditingkatkan supaya truk yang melintas di daerah tersebut sesuai dengan ketentuan untuk menjaga kualitas jalan.

Sementara itu, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengungkapkan infrastruktur jalan memiliki peranan penting dalam pariwisata. Hal ini karena berpengaruh dalam pembentukan citra destinasi wisata, seperti halnya Puncak, Bogor dan Bali yang akan macet saat akhir pekan karena buruknya layanan transportasi massal.

“Transportasi jangan ditinggalkan dan diabaikan ketika membangun atau mengembangkan sektor pariwisata. Objek wisata di mancanegara, pasti tersedia halte atau stasiun kereta api di dekatnya untuk memberi alternatif transportasi,” kata Djoko secara terpisah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *