Indikator Sukses Pariwisata, Toilet dan Sampah

Penelitian Pariwisata | RIPPDA| Indikator Sukses Pariwisata, Toilet dan Sampah

Melihat-Proyeksi-Pariwisata-GunungkidulMenteri Pariwisata Arief Yahya, meminta kepala daerah untuk menjaga kebersihan di seluruh obyek wisata. Sebab dari hasil evaluasi, kotornya tempat wisata menjadi salah satu faktor rendahnya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dibanding Malasyia. Arief memberikan nilai 40 untuk menunjukkan tingkat kebersihan di tempat wisata Indonesia. “Sampah menjadi masalah serius,” kata Arief di Banyuwangi, Jumat, 21 November 2014. Padahal, kata dia, mudah saja untuk menjaga kebersihan yakni dengan menyediakan banyak tempat sampah di tempat wisata.

Selain sampah, Arief menyoroti kotornya toilet. Solusinya, kata dia, lebih baik toilet dikomersialkan agar bisa menjamin kebersihannya. “Investasi toilet cukup Rp 10 juta, bisa kembali dalam waktu 4 bulan. Karena dalam sebulan pemasukan bisa Rp 3 juta,” kata mantan Direktur Umum PT Telekomunikasi Tbk ini.

Terbatasnya infrastruktur dan minimnya informasi pariwisata juga menjadi kendala. Arief memberikan nilai 30 terhadap buruknya infrastruktur dan nilai 40 terhadap layanan informasi. Berbagai persoalan ini menyebabkan pariwisata Indonesia hanya menempati urutan ke-70 dari 140 negara, jauh dibanding Malasyia yang berada di urutan ke-38.

Tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia baru mencapai 9 juta orang. Sementara Malasyia telah mencapai 26 juta dan Thailand 27 juta wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *