Ignas Kleden: Pengembangan Pariwisata Tak Cukup Menaikkan Kunjungan Turis

Pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tidak cukup hanya berupaya menaikkan jumlah kunjungan turis ke daerah itu, tetapi harus sejalan dengan upaya pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat. “Kalau makin banyak turis yang datang dan diikuti naiknya harga sehingga masyarakat tidak bisa beli sayur karena mahal? Jadi harus bisa dimanfaatkan sehingga memberi manfaat bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dr. Ignas Kleden, dalam acara dialog publik partai politik bertemakan: “Pemilu dan Masa Depan Mabar” di Aula Youth Centre Labuan Bajo, Jumat (14/3/2014). Kegiatan itu diselenggarakan alumni Sekolah Demokrasi Mabar melibatkan 10 organisasi kemasyarakatan dan didukung LAP Timoris (Bukan kerja sama KPU Mabar dengan 10 organisasi kemasyarakatan, Red).

Ignas mengingatkan, jangan sampai fokus perhatian dalam pengembangan pariwisata di Mabar adalah banyaknya turis yang datang. Namun yang harus diperhatikan, kata Ignas,  bagaimana kedatangan para turis itu bisa dimanfaatkan bagi ekonomi yang lebih baik karena hal itu yang lebih penting.

Pada kesempatan itu, Ignas juga mengkritisi fungsi DPR. “Fungsi-fungsi DPR selalu dikatakan legislasi, budgeting dan pengawasan. Itu yang tidak benar. Fungsinya adalah representasi. Merepresentasi rakyat yang dijalankan dengan tugas legislasi, budgeting dan pengawasan. Jadi representasi dijalankan melalui tiga tugas tersebut,” kata Ignas.

Persoalannya, kata Ignas, apakah legislasi yang dibuat DPR (D) itu memihak rakyat atau merugikan rakyat. Apakah DPR (D) itu mengawas pemerintah atau rakyat, itu yang harus dilihat.

Pembanding lainnya, Dr. Phil. Norbertus Jegalus, MA mengatakan, demokrasi itu tidak identik dengan pemilu. “Pemilu hanya merupakan salah satu untuk mewujudkan demokrasi. Pemilu adalah salah satu perwujutan demokrasi,” kata Norbertus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *