Ganjar Ajak Hipmi Kembangkan Pariwisata Spiritual

Penelitian Pariwisata | RIPPDA -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah untuk ikut mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Provinsi Jawa Tengah seperti Kawasan Dataran Tinggi Dieng dan Candi Borobudur. Karena kedua objek wisata itu, menurut Ganjar sangat potensial untuk dikembangkan tidak hanya sebagai wisata alam, namun menjadi wisata spiritual.

Hal itu disampaikan Ganjar karena Dieng bagi masyarakat Hindu sangat sakral. “Jika kita ambil peluang ini maka akan menambah pemasukan untuk kas daerah dari wisatawan yang datang. Komunitas masyarakat Hindu di dunia sangat besar. Jadi kalau mereka datang ke Jawa Tengah, maka akan sangat besar manfaatnya bagi perekonomian. Sama halnya dengan Candi Borobudur, bagi orang Budha candi Borobudur merupakan tempat yang sangat penting didatangi, ibarat orang muslim akan naik haji ke Tanah Suci Mekkah,” katanya, Minggu (22/6).

Untuk itu jika destinasi ini dikembangkan dengan baik untuk objek wisata lainnya akan bisa menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia khususnya Jawa Tengah. Tercatat dari puluhan destinasi objek wisata yang terdapat di Dieng, salah satunya yaitu sebelum pengunjung sampai di kawasan Dieng yaitu di Dieng Wetan masuk Kabupaten Wonosobo sudah menemukan objek wisata Tuk Bima Lukar. Kemudian tidak jauh dari tempat tersebut di seberang jalan terdapat Siti Hinggil atau tanah tinggi, dari tempat ini bisa melihat hamparan luas pemandangan daratan tinggi Dieng, yang indah.

Menurut sesepuh setempat, tempat ini memiliki sumber daya spiritual yang sangat besar. Sehingga kita tidak kaget lagi jika di salah satu pojok jalan di sekitar Candi Dieng terdapat seorang petapa yang menyendiri di dalam tenda untuk menginap hingga berbulan-bulan lamanya.

Sedangkan Mata Air Bima Lukar juga merupakan Situs Purbakala yang hingga saat ini masih sering di kunjungi oleh Wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebuah mata air yang menyimpan Legenda di masyarakat setempat yang konon katanya barang siapa mencuci muka di tempat tersebut maka akan Awet Muda.

Dan dipercaya pancuran ini digunakan oleh umat Hindu Kuno di Pulau Jawa sekitar abad ke 8 Masehi, untuk membersihkan diri sebelum melakukan peribadatan di kompleks Candi Arjuna di Dieng Kulon masuk wilayah Banjarnegara. Sampai sekarang, air jernih ini yang terus mengalir dimanfaatkan warga sekitar untuk mencuci baju dan mandi anak-anak.

Masih banyak lagi tempat seperti goa-goa alam yang menyimpan nilai spiritual seperti Goa Sumur yang di dalamnya terdapat sebuah mata air yang dinamakan masyarakat setempat dengan nama “Tirta Perwita Sari” yang berarti Mata Air Kehidupan dan Goa Jaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *