DPRD Gunungkidul Usulkan Pembentukan BUMD Pariwisata

pantai-timang-gunung-kidul2Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul pada tahun 2014 menargetkan bisa menyelesaikan sembilan raperda inisiatif. Sebagai awal keseriusan dewan, triwulan pertama ini mengusulkan tiga raperda yakni Penyertaan Modal BUMD, BUMD Peternakan dan Pertanian serta BUMD Pengadaan Barang dan Jasa. Ketua DPRD Gunungkidul, Budi Utama mengatakan usulan tiga raperda inisiatif dewan yakni Penyertaan Modal BUMD, BUMD Peternakan dan Pertanian serta BUMD Pengadaan Barang dan Jasa sudah disampaikan di hadapan sidang paripurna. Diharapkan, awal Maret mendatang sudah menjadi sebuah draf raperda sehingga bisa segera dibahas oleh masing-masing fraksi.

“Sekarang kita sedang menyusun. Awal Maret mendatang sudah selesai dan diharapkan sudah menjadi draf,”katanya usai memimpin rapat paripurna, Rabu (15/1/2014).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan, setelah tiga usulan raperda inisiatif dewan tersebut selesai disusun dan menjadi sebuah draf, selanjutnya akan disampaikan ke seluruh anggota dewan melalui sidang paripurna. Diharapkan masing-masing fraksi bisa memberikan tanggapannya mengenai draf yang sudah diselesaikan oleh inisiatornya.

“Modelnya sama seperti perda usulan dari Pemkab. Nanti setelah menjadi sebuah draf akan disampaikan dan mendapatkan tanggapan dari masing-masing fraksi,”jelasnya.

Budi optimis tiga usulan raperda inistaitif ini dapat diselesaikan sesuai dengan target. Setelah selesai tiga raperda inisitif tersebut, akan dilanjutkan dengan pembahasan raperda inisiatif lainnya.

”Kami optimis bisa menyelesaikan tiga raperda inisiatif tersebut,”ucapnya.

Sementara itu, inisiator raperda BUMD Pariwisata, Slamet mengatakan pihaknya mengusulkan raperda BUMD Pariwisata karena potensi dunia pariwisata di Gunungkidul masih terbuka lebar. Pariwisata di Gunungkidul akan terus berkembang. Untuk itu, pemerintah daerah bisa mengambil bagian dari berkembangnya dunia pariwisata dengan membentuk BUMD.

“Kita bisa membentuk BUMD untuk membangun hotel, restoran atau kawasan obyek wisata lainnya,”ucapnya.

Pembentukan BUMD Pariwisata ini menurut Slamet nantinya akan ditawarkan berbentuk sebuah PT. Artinya, ada investor yang menanamkan saham dan pemerintah daerah sharing modal. Namun perbandingan modalnya harus tetap lebih besar milik pemerintah kabupaten.

”Bisa 51 persen dan 49 persen,”urainya.

Terkait dengan bidang usaha yang mungkin dikelola oleh BUMD Pariwisata ini, politisi Partai Golkar tersebut mengungkapkan bisa bermacam –macam jenisnya. Mulai dari hotel, restoran atau bisa berbentuk pengelolaan kawasan wisata. Untuk kawasan wisata, lokasi yang memungkinkan semisal pantai Krakal.

“Yang jelas, keberadaanya nanti tidak akan mematikan yang sudah ada,”ungkapnya.

Dengan adanya BUMD Pariwisata ini Slamet optimis akan bisa meningkatkan pemasukan asli daerah. Jika pengelolaan BUMD Pariwisata ini dikelola dengan profesional, keberadaanya akan memberikan keuntungan bagi daerah dan tidak akan merugi seperti PDAM Tirta Handayani. “Saya yakin tidak akan merugi,”pungkasnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul pada tahun 2014 menargetkan bisa menyelesaikan sembilan raperda inisiatif. Sebagai awal keseriusan dewan, triwulan pertama ini mengusulkan tiga raperda yakni Penyertaan Modal BUMD, BUMD Peternakan dan Pertanian serta BUMD Pengadaan Barang dan Jasa.

Ketua DPRD Gunungkidul, Budi Utama mengatakan usulan tiga raperda inisiatif dewan yakni Penyertaan Modal BUMD, BUMD Peternakan dan Pertanian serta BUMD Pengadaan Barang dan Jasa sudah disampaikan di hadapan sidang paripurna. Diharapkan, awal Maret mendatang sudah menjadi sebuah draf raperda sehingga bisa segera dibahas oleh masing-masing fraksi.

“Sekarang kita sedang menyusun. Awal Maret mendatang sudah selesai dan diharapkan sudah menjadi draf,”katanya usai memimpin rapat paripurna, Rabu (15/1/2014).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengungkapkan, setelah tiga usulan raperda inisiatif dewan tersebut selesai disusun dan menjadi sebuah draf, selanjutnya akan disampaikan ke seluruh anggota dewan melalui sidang paripurna. Diharapkan masing-masing fraksi bisa memberikan tanggapannya mengenai draf yang sudah diselesaikan oleh inisiatornya.

“Modelnya sama seperti perda usulan dari Pemkab. Nanti setelah menjadi sebuah draf akan disampaikan dan mendapatkan tanggapan dari masing-masing fraksi,”jelasnya.

Budi optimis tiga usulan raperda inistaitif ini dapat diselesaikan sesuai dengan target. Setelah selesai tiga raperda inisitif tersebut, akan dilanjutkan dengan pembahasan raperda inisiatif lainnya.

”Kami optimis bisa menyelesaikan tiga raperda inisiatif tersebut,”ucapnya.

Sementara itu, inisiator raperda BUMD Pariwisata, Slamet mengatakan pihaknya mengusulkan raperda BUMD Pariwisata karena potensi dunia pariwisata di Gunungkidul masih terbuka lebar. Pariwisata di Gunungkidul akan terus berkembang. Untuk itu, pemerintah daerah bisa mengambil bagian dari berkembangnya dunia pariwisata dengan membentuk BUMD.

“Kita bisa membentuk BUMD untuk membangun hotel, restoran atau kawasan obyek wisata lainnya,”ucapnya.

Pembentukan BUMD Pariwisata ini menurut Slamet nantinya akan ditawarkan berbentuk sebuah PT. Artinya, ada investor yang menanamkan saham dan pemerintah daerah sharing modal. Namun perbandingan modalnya harus tetap lebih besar milik pemerintah kabupaten.

”Bisa 51 persen dan 49 persen,”urainya.

Terkait dengan bidang usaha yang mungkin dikelola oleh BUMD Pariwisata ini, politisi Partai Golkar tersebut mengungkapkan bisa bermacam –macam jenisnya. Mulai dari hotel, restoran atau bisa berbentuk pengelolaan kawasan wisata. Untuk kawasan wisata, lokasi yang memungkinkan semisal pantai Krakal.

“Yang jelas, keberadaanya nanti tidak akan mematikan yang sudah ada,”ungkapnya.

Dengan adanya BUMD Pariwisata ini Slamet optimis akan bisa meningkatkan pemasukan asli daerah. Jika pengelolaan BUMD Pariwisata ini dikelola dengan profesional, keberadaanya akan memberikan keuntungan bagi daerah dan tidak akan merugi seperti PDAM Tirta Handayani.

“Saya yakin tidak akan merugi,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *