Di Kota Semarang, Ratusan Usaha Pariwisata Tidak Berizin

Penelitian Pariwisata| Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang telah melakukan tiga kali sidak terkait tanda Daftar Usaha Pariwisata sejak awal tahun lalu. Sebanyak 15 usaha pariwisata telah disidak oleh bidang pembinaan industri pariwisata Disbudpar.”Tapi baru empat usaha yang mengurus izin, sisanya belum,” tutur Kabid Pembinaan Industri Pariwisata, Giarsito Sapto, Selasa (13/5). Ia mengatakan, mayoritas usaha pariwisata yang belum mengurus TDUP karena terkendala izin HO. Mayoritas belum mengurus izin itu, padahal syarat TDUP, usaha pariwisata harus berizin HO.

Ia menyebut di kota Semarang sejumlah usaha yang sudah memiliki TDUP antara lain Hotel Berbintang (46), Melati (59), kafe (40), panti pijat (39), karaoke (55), restoran (123) dan, rumah makan (111) “Kami memantau ada  200-an lebih rumah makan yang belum terdaftar,” ucapnya.

Sapto menjelaskan, seluruh usaha pariwisata harus punya TDUP. Hal itu sudah dituangkan dalam uu no 10/2009, p dan rda 3/2010 tentang pariwisata. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *