Category Archives: Uncategorized

Sleman Lakukan Kajian Deliniasi dan Review RIPPARKAB

Blethrow_merapi1RIPPARDA RIPPARKAB – Dalam rangka menjawab kebutuhan deliniasi dalam rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Sleman dan  berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Daerah Tahun 2015 – 2025 belum mencakup pembagian pembatasan peta kawasan pariwisata. Oleh karena itu seperti yang tertulis pada pasal 6 ayat (3) RIPK sebagaimana dimaksud dapat dilakukan evaluasi paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Sehingga pada Tahun 2017 di Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman akan dilaksanakan Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pengembangan Destinasi Pemasaran Pariwisata yang salah satu keluarannya yaitu Review RIPK. Dengan adanya Review RIPK Kabupaten Sleman diharapkan akan menghasilkan RIPK yang lengkap dan dapat digunakan sebagai acuan pembangunan kepariwisataan yang komprehensif.  Adapun sasara Review RIPK adalah : Continue reading

Dinas Kebudayaan DIY Lakukan Penyusunan Kajian Promosi Yogyakarta Sebagai Warisan Budaya Dunia

gambar-tugu-jogja dimalam hariYogyakarta merupakan Ibukota Provinsi dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan salah satu dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Yogyakarta sebuah kota yang kaya predikat, baik berasal dari sejarah maupun potensi yang ada, seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata. Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau Ngayogyakarta (Bahasa Jawa) adalah nama yang diberikan Paku Buwono II (Raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berarti Yogya yang kerta, Yogya yang makmur, sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan paling utama. Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam cerita Ramayana. Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (Bahasa Jawa) . Continue reading

Kemenpar Terbitkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pariwisata Berkelanjutan

Pantai Indrayanti Beberapa Waktu lalu

Pantai Indrayanti Beberapa Waktu lalu

RIPPARDA – Pembangunan kepariwisataan dikembangkan dengan pendekatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan yang berorientasi pada pengembangan wilayah, bertumpu kepada masyarakat dan bersifat memberdayakan masyarakat yang mencakupi berbagai aspek, seperti sumber daya manusia, pemasaran, destinasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterkaitan lintas sektor, kerja sama antar negara, pemberdayaan usaha kecil, serta tanggung jawab dalam pemanfaatan sumber kekayaan alam dan budaya.

Continue reading

Pastikan Jumlah Belanja Wisata Wisatawan, DINPAR DIY lakukan Survei Belanja Wisatawan

resepsionis-hotelDalam rangka menghitung belanja wisatawan Dinas Pariwisata DIY, bekerjasama dengan PT Kirana Adhirajasa Indonesia selenggarakan Analisis Belanja Wisatawan yang diselenggarakan selama  120 hari. Kajian ini bertujuan untuk memotret belanja wisatawan yang nantinya akan dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan dalam pengembangan destinasi wisata. Sasaran survey dari kajian ini adalah 5 Destinasi yang ada di DIY yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Bantul. Belanja wisatawan yang di potret meliputi belanja oleh-oleh, belanja makan minum, belanja akomodasi, belanja trasportasi, dan belanja perjalanan lainnya Continue reading

Kabupaten BELU, Nusa Tenggara Timur Susun Rencana Induk Pariwisata

objek-wisata-ntt_15004_153_fulan_fehanRIPPARKAB (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata kabupaten Belu) disusun oleh Tim PT. Kirana Adhirajasa Indonesia pada tahun 2017 ini, untuk menjawab tantangan pengembangan pariwisata di Perbatasan. Dalam kacamata pengembangan pariwisata di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur ini memang memiliki potensi yang patut untuk di kembangkan. Kekuatan wisata budaya, alam dan buatan menjadi ujung tombak pengembangannya. Tim PT. Kirana Adhirajasa Indonesia yang beranggotakan 10 orang dan berasal dari berbagai disiplin ilmu ini melihat potensi Belu sebagai daerah di perbatasan menjadi sangatlah penting untuk dijadikan sebagai unggulan propinsi NTT. Continue reading

Kajian Budaya Kalang Kota Yogyakarta Kerjasama Dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta

rumah-kalangKota Yogyakarta tidaklah luas bahkan sangat kecil, tidak memiliki potensi industri dan hampir-hampir tidak memiliki potensi alam seperti daerah lain yang dijadikan sebagai unggulan daerah. Namun demikian, Kota Yogyakarta menjadi besar namanya karena memiliki hal yang jauh lebih penting sebagai kekuatan utamanya, yakni BUDAYA yang tumbuh berkembang di masyarakat, baik yang bersumber dari Kraton dan Pakualaman maupun yang bersumber dari masyarakatnya sendiri.Salah satu budaya yang bersumber dari masyarakat adalah budaya Masyarakat Kalang. Kalang berasal dari Bali yang berarti ahli bangunan, terutama yang bermateri kayu. Selera seni dengan ketrampilannya yang tinggi terkenal di seluruh Nusantara, sehingga  Sultan Agung Hanyokrokusumo berkenan mendatangkan Orang-orang Kalang dari Bali untuk membantu dalam pembangunan Kraton beliau dan diminta menetap di Kotagede. Sejak itulah kelompok Orang Kalang berkembang menjadi masyarakat yang turut mewarnai kharakter Kotagede dengan adat dan tradisi yang masih mereka pertahankan. Continue reading