Category Archives: RIPPDA

RIPPDA Blora: Pengembangan Wisata Kabupaten Blora Mengarah Kepada Minat Khusus

hutan randubaltung RIPPDA BLORABesarnya potensi ekowisata Kabupaten Blora disampaikan dalam diskusi dalam rangka ekspose laporan akhir RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwiata Daerah) yang dilaksanakan dilaksanakan tanggal 17 Desember 2014 di Ruang Rapat Bappeda Blora yang dihadiri Dinas DPPKA, BAPPEDA, Perum perhutani serta stakeholder pariwisata (PHRI, HPI, ASITA) dan Tim Penyusun RIPPDA Blora dari PT. Kirana Adhirajasa Indonesia. Dinyatakan bahwa Blora memiliki potensi wisata yang besar terutama untuk wisata yang berbasis foresty serta budaya. Untuk mengembangkan pariwisata diharapkan memulainya dari pengembangan ekowisata dan wisata pedesaan. Hal ini dikarenakan investasi yang dibutuhkan untuk jenis wisata ini tidaklah terlalu besar dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan untuk mengembangkan jenis wisata lainnya.

Continue reading

Penyusunan RIPPDA Kabupaten BLORA

PT Kirana Adhirajasa Bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Blora Selenggarakan Penyusunan RIPPDA Kabupaten BLORA. Pembangunan pariwisata diperlukan konsep dan strategi yang jelas. Dalam Undang—Undang No 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan pada pasal 8 perencanaan pengembangan kepariwisataan dapat diatur melalui rencana induk pembangunan kepariwisataan.

Loko Tur Cepu sebagai salah satu destinasi wisata Kab Blora

Loko Tur Cepu sebagai salah satu destinasi wisata Kab Blora

Continue reading

RIPPARNAS (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional)

RIPPDA-RIPPARNAS  (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional) menjadi bagian penting dalam pengembangan kepariwisataan nasional dan daerah. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 tprambanankoeahun 2009 tentang Kepariwisataan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 2 Desember 2011, telah menandatangani Peratutan Pemerintah  Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional  atau disebut RIPPARNAS tahun 2010 – 2025. RIPPARNAS memiliki arti strategis bagi bangsa Indonesia karena pembangunan pariwisata Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional sebagai instrument peningkatan perolehan devisa.

Continue reading