Akibat Erupsi Sinabung, Industri Pariwisata Karo Terpuruk

sinambungPenelitian Pariwisata | Statsitik Pariwisata-Industri pariwisata di Berastagi maupun Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), mengalami keterpurukan. Jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara ke daerah tersebut menurun drastis.”Sedikit sekali wisatawan yang berwisata di daerah ini. Ini terjadi sejak sepuluh bulan terakhir,” ujar seorang pemandu wisata asal Karo, Josua Ginting (30) kepada Suara Pembaruan saat ditemui di Kabanjahe, Kamis (16/10).

Josua mengatakan, keterpurukan industri pariwisata di Tanah Karo akibat letusan Gunung Sinabung. Aktivitas gunung api yang berusia ribuan tahun itu tidak pernah berhenti, terhitung sejak bulan Oktober 2010 sampai dengan 2014.”Wisatawan mancanegara tidak mau mengambil risiko untuk berwisata di daerah ini. Padahal, tidak seluruh desa di kabupaten ini yang terkena imbas erupsi Gunung Sinabung. Kekhawatiran wisatawan itu bisa dimaklumi,” katanya.

Tidak hanya itu, hotel berbintang maupun kelas melati, yang dulunya selalu diramaikan wisatawan lokal maupun mancanegara, saat ini juga terimbas dampak letusan Gunung Sinabung tersebut. Hunian hotel sepi dari wisatawan.

Dedi (45), salah seorang pengelola travelling di Medan, mengungkapkan, kunjungan wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara ke lokasi wisata Berastagi, kini tidak menarik lagi. Wisatawan justru mengalihkan perjalanan menuju daerah lain.

“Erupsi Gunung Sinabung membuat wisatawan membatalkan rencananya untuk berwisata di daerah bencana itu. Lagi pula, tidak ada lagi tempat wisata yang dapat diperlihatkan. Soalnya, abu vulkanik merusak pemandangan selain pertanian di sana,” jelasnya.

Menurutnya, wisatawan mengalihkan perjalanan untuk melihat pemandangan alam di Pulau Samosir maupun ke Parapat. Keindahan Danau Toba menjadi alternatif utama buat wisatawan yang datang. Padahal, jauh hari sebelumnya, kunjungan wisatawan di Berastagi jauh lebih ramai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *