Sragen Susun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA)

Penyusunan RIPPDA – Menjawab tantangan pariwisata daerah dan dinamika perkembangan pariwisata di Kabupaten Sragen maka disusun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Sragen. Kegiatan penyusunan RIPPDA atau RPPARKAB ini dimulai bulan April 2018 sampai dengan bulan Agustus 2018 bermitra dengan PT Kirana Adhirajasa Indonesia. Tahapan penyusunan dimulai dengan penyampaian laporan pendahuluan yang dihadiri pemangku kepentingan di Kabupaten Sragen. Pengembangan sektor pariwisata di suatu daerah akan menarik sektor lain untuk berkembang. Hal ini disebabkan bahwa, untuk menunjang industri pariwisata, diperlukan produk-produk penunjang dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinuan rakyat, peningkatan kesempatan kerja, dan lain sebagainya. Pengembangan pariwisata yang tepat dan optimal dapat menjadi salah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk dapat meningkatkan potensi pariwisata tersebut, yang perlu dilakukan adalah merencanakan pengembangan wisata agar dapat lebih baik dari sebelumnya.Di dalam Undang-Undang RI No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan pada pasal 19 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap orang berhak : a) Memperoleh kesempatan memenuhi kebutuhan wisata; b) Melakukan usaha pariwisata; c) Menjadi pekerja/buruh pariwisata; dan/atau d) Berperan dalam proses pembangunan kepariwisataan. Berdasar undang-undang tersebut, sebagai upaya dalam memenuhi hak setiap orang dalam berwisata maka pariwisata perlu disusun dokumen perencanaan dan pengembangan yang tertata dan sinergis dengan pembangunan nasional.

Salah satu wilayah di Jawa Tengah yang masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) adalah Kabupaten Sragen dengan KSPN Sangiran dan sekitarnya. Secara geografis Kabupaten Sragen terletak antara 110,45°C dan 111,10°C Bujur Timur (BT) serta 7,15°C dan 7,30°C Lintang Selatan (LS). Batas Wilayah Kabupaten Sragen sebelah barat Kabupaten Boyolali, sebelah utara Kabupaten Grobogan, sebelah timur Kabupaten Ngawi, sebelah selatan Kabupaten Karanganyar.

Kabupaten Sragen memiliki luas wilayah sebesar 941,55 Km2 terbagi dalam 20 kecamatan, 208 desa/kelurahan. Dari luas tersebut, 68.753 Ha (73,02%) merupakan lahan pertanian dan 25,402 Ha (26,98%) merupakan lahan bukan pertanian. Berdasarkan data dari Kabupaten Sragen Dalam Angka 2017, jumlah penduduk Kabupaten Sragen pada tahun 2016 berjumlah 882.090 jiwa terdiri dari laki-laki 432.178 jiwa dan perempuan 449.912 jiwa dengan angka ratio jenis kelamin 961. Dengan luas wilayah 941,55 Km2 maka kepadatan penduduk mencapai 936/Km2 yang berarti lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Kabupaten Sragen memiliki beberapa daya tarik wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun masyarakat yang berasal dari luar Kabupaten Sragen. Daya tarik tersebut antara lain : Pemandian Air Hangat Bayanan, Museum Sangiran, Gunung Kemukus dan Kolam Renang Kartika. Adapun rincian jumlah wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata dapat dilihat pada tabel berikut

No. Daya Tarik Wisata 2012 2013 2014 2015 2016
1. Pemandian Air Hangat Bayanan 33.897 24.717 23.968 57.302 24.164
2. Museum Sangiran 357.277 427.504 228.558 262.310 212.376
3. Gunung Kemukus 38.893 39.323 38.594 30.815 33.622
4. Kolam Renang Kartika 96.900 73.000 65.837 70.517 79.199

Dengan berbagai gambaran potensi wisata dan daya tarik wisata di Kabupaten Sragen, perlu dilakukan kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sragen, agar pemerintah daerah mampu mewujudkan upaya dalam mengoptimalkan potensi pariwisata sehingga diharapkan pengembangan pariwisata Kabupaten Sragen dalam jangka panjang, dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, peningkatan ekonomi masyarakat.