Kabupaten Semarang Identifikasi Profil dan Analisis Pasar Wisnus dan Wisman

CLT_world+heritageDalam rangka mengembangkan pasar wisatawan baik mancanegara maupun nusantara Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bekerjasama dengan penelitianpariwisata.com melakukan Kajian Identifikasi profil dan analisis Pasar Wisnus dan Wisman. Kabupaten Semarang memiliki beberapa daya tarik wisata unggulan dan potensial yang memiliki kekuatan dan daya jual dengan basis pengembangan tidak hanya wisata buatan saja namun dilengkapi dengan wisata budaya dan wisata alam yang bernilai jual sangat tinggi.

Continue reading

Selenggarakan Kajian Monitoring Event di Solo

SGSCardBeragam kegiatan seni dan budaya digelar rutin setiap tahun di Kota Surakarta atau Solo, seperti Solo Great Sale, Solo Batik Carnival, Festival Jenang, Solo Menari 24 Jam, Festival Film Solo, Mangkunegaran Performing Art, Solo International Performing Arts, Solo City Jazz, Keraton Art Festival, Solo Film Festival, Konser Gamelan Akbar, dan lainnya. Kegiatan seni dan budaya ini dapat dikelompokkan sesuai dengan kategori dalam MICE. Upaya untuk meningkatkan potensi wisata menunjukkan hasil yang positif. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara terus meningkat dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Continue reading

Pelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota

prambananPelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan ProvinsiI/Kabupaten/Kota – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman seni dan budaya. Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi bangsa dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keragaman seni dan budaya tersebut. Jadi tidak  mustahil jika saking banyaknya keragaman seni dan budaya yang dimiliki bangsa ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Untuk itulah pelestarian budaya sangatlah penting. Dalam Pasal 32 UUD 1945 amandemen (4) disebutkan bahwa   (1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. (2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Oleh sebab itu, perlu pengaturan dan perencanaan dalam pembangunan kebudayaan yang mengatur 8 pilar pembangunan kebudayaan Indonesia yang meliputi: pelestarian hak berkebudayaan, pembangunan jati diri dan karakter bangsa, penguatan multikulturalisme, pelestarian sejarah dan warisan budaya, pengembangan industri budaya, penguatan diplomasi budaya, pengembangan pranata dan SDM kebudayaan, dan pengembangan sarana dan prasarana budaya.
Continue reading

Pelatihan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah

Renstra Bontang 2013Dalam beberapa tahun terakhir ini, terdapat sejumlah perkembangan yang berdampak sangat besar pada perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten/kota diantaranya adalah Permendagri No. 54 Tahun 2010 yang mengatur secara teknis tentang tahapan tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Sampai sejauh ini setiap kantor perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota, telah memiliki renstra yang disusun oleh tim atau sebagian orang di masing-masing kantor. Akan tetapi berdasarkan hasil pemetaan, menunjukkan bahwa tidak semua renstra yang disusun tersebut telah sesuai dengan harapan Permendagri No. 54 Tahun 2010. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah belum adanya penyamaan persepsi tentang teknik-teknik penyusunan Renstra perangkat daerah sesuai Permendagri No. 54 Tahun 2010 dan selain itu belum meratanya kapasitas teknis yang dimiliki oleh pejabat atau staff di perangkat daerah yang bertanggungjawab untuk menyusun rencana strategis. Continue reading

Pelatihan Penyusunan Neraca Satelit Pariwisata Daerah (NESPARDA)

taman wisata lautPariwisata adalah kegiatan multi sektor yang memiliki keterkaitan dengan sektor lain. Kondisi pariwisata yang ada saat ini pastinya akan lebih baik jika dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian daerahnya. Analisis hasil pembangunan kepariwisataan baru sebagian dan dilakukan secara terpisah-pisah saat ini dengan menggunakan metodologi serta indikator yang sederhana, sehingga hasilnya tidak konsisten serta kurang akurat apabila diaplikasikan ke dalam kebijakan, akan terjadi kebijakan yang menyesatkan (misleading). Untuk mengetahui dan mempelajari kaitan sektor satu dengan lainnya di bidang pariwisata diperlukan sebuah alat analisis berupa table input-output (I-O), yaitu table yang menyajikan hubungan sektor-sektor yang saling terkait di dalam pariwisata baik di dalam, maupun di luar kegiatan pariwisata.
Continue reading

Pelatihan Teknik Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda RIPPAR Propinsi/Kabupaten/Kota (RIPPDA).

karimun-jawa-island Di dalam Perundang-undangan, Naskah Akademik merupakan prasyarat untuk menyusun rancangan peraturan perundang-undangan. Penyusunan Naskah Akademik didukung oleh data dan informasi akurat yang diperoleh dari hasil pengkajian dan penelitian dengan menampung kebutuhan sesuai dengan aspirasi masyarakat, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Keberadaan Naskah Akademis dalam pembentukan peraturan perundang-undangan sebenarnya sangat strategis dan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan apabila membentuk peraturan perundang-undangan yang baik. Jika Naskah Akademis selalu mendasarkan pada urgensi dan tujuan penyusunan, sasaran yang ingin diwujudkan, pokok pikiran, lingkup atau objek yang akan diatur, jangkauan serta arah pengaturan yang memang dikehendaki oleh masyarakat maka proses bottom up yang selama ini diinginkan masyarakat akan terwujud dan produk yang dihasilkan memenuhi keadilan substantif dan implementasinya menciptakan keadilan substantif, dengan demikian masyarakat merasa ikut memiliki dan sehingga berlakunya menjadi langgeng.
Continue reading