Kementrian Pariwisata Tetapkan Logo Branding 10 Destinasi Pariwisata Indonesia

prambananpenelitian pariwisata -Sebagai upaya Kementrian Pariwisata dalam mendorong kunjungan wisata ketanah air, Kemenpar melalui KEPMENPAR NO KM 38/UM.001/MP/2017 menetapkan Logo Branding 10 Destinasi Pariwisata di Indonesia. Beberapa destinasi yang ditetapkan logonya diantaranya Bali, Bandung, Banyuwangi, Jakarta, Bunaken-Wakatobi-Raja Ampat, Joglosemar (Jogja Solo Semarang), Lombok, Makassar, Medan dan Kepulauan Riau. Logo ini wajib ditampilkan bersama logo Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia sebagai logo Induk. Dalam penggunaan logo ini mengacu ke panduan penggunaan logo yang diterbitkan oleh Deputi yang membawahi bidang pemasaran. Untuk info selengkapnya mengenai logo ini dapat didownload Continue reading

Kota Surakarta Lakukan Passenger Exit Survei Untuk Wisman Mancanegara

festival-payung-indonesia-6Dalam rangka meningkatkan kinerja pariwisata Kota Solo yang tahun 2017 ditargetkan menerima kunjungan sebanyak 117.000 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Untuk meningkatkan kunjungan Wisman ini salah satunya kota Surakarta mengadakan Passenger Exit Survei. Kajian Passenger Exit Survei ini akan dilakukan di pintu-pintu keluar wisatawan yang ada di Kota Surakarta, termasuk bandara Adisumarmo dan  Stasiun Balapan serta salah satu Daya Tarik Wisata Unggulan di Kota Solo untuk menjaring Wisman yang tidak keluar langsung melalui Bandara ataupun stasiun. Continue reading

Kabupaten Semarang Identifikasi Profil dan Analisis Pasar Wisnus dan Wisman

CLT_world+heritageDalam rangka mengembangkan pasar wisatawan baik mancanegara maupun nusantara Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang bekerjasama dengan penelitianpariwisata.com melakukan Kajian Identifikasi profil dan analisis Pasar Wisnus dan Wisman. Kabupaten Semarang memiliki beberapa daya tarik wisata unggulan dan potensial yang memiliki kekuatan dan daya jual dengan basis pengembangan tidak hanya wisata buatan saja namun dilengkapi dengan wisata budaya dan wisata alam yang bernilai jual sangat tinggi.

Continue reading

Selenggarakan Kajian Monitoring Event di Solo

SGSCardBeragam kegiatan seni dan budaya digelar rutin setiap tahun di Kota Surakarta atau Solo, seperti Solo Great Sale, Solo Batik Carnival, Festival Jenang, Solo Menari 24 Jam, Festival Film Solo, Mangkunegaran Performing Art, Solo International Performing Arts, Solo City Jazz, Keraton Art Festival, Solo Film Festival, Konser Gamelan Akbar, dan lainnya. Kegiatan seni dan budaya ini dapat dikelompokkan sesuai dengan kategori dalam MICE. Upaya untuk meningkatkan potensi wisata menunjukkan hasil yang positif. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara terus meningkat dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Continue reading

Pelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota

prambananPelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan ProvinsiI/Kabupaten/Kota – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman seni dan budaya. Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi bangsa dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keragaman seni dan budaya tersebut. Jadi tidak  mustahil jika saking banyaknya keragaman seni dan budaya yang dimiliki bangsa ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Untuk itulah pelestarian budaya sangatlah penting. Dalam Pasal 32 UUD 1945 amandemen (4) disebutkan bahwa   (1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. (2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Oleh sebab itu, perlu pengaturan dan perencanaan dalam pembangunan kebudayaan yang mengatur 8 pilar pembangunan kebudayaan Indonesia yang meliputi: pelestarian hak berkebudayaan, pembangunan jati diri dan karakter bangsa, penguatan multikulturalisme, pelestarian sejarah dan warisan budaya, pengembangan industri budaya, penguatan diplomasi budaya, pengembangan pranata dan SDM kebudayaan, dan pengembangan sarana dan prasarana budaya.
Continue reading

Pelatihan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah

Renstra Bontang 2013Dalam beberapa tahun terakhir ini, terdapat sejumlah perkembangan yang berdampak sangat besar pada perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten/kota diantaranya adalah Permendagri No. 54 Tahun 2010 yang mengatur secara teknis tentang tahapan tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Sampai sejauh ini setiap kantor perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota, telah memiliki renstra yang disusun oleh tim atau sebagian orang di masing-masing kantor. Akan tetapi berdasarkan hasil pemetaan, menunjukkan bahwa tidak semua renstra yang disusun tersebut telah sesuai dengan harapan Permendagri No. 54 Tahun 2010. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah belum adanya penyamaan persepsi tentang teknik-teknik penyusunan Renstra perangkat daerah sesuai Permendagri No. 54 Tahun 2010 dan selain itu belum meratanya kapasitas teknis yang dimiliki oleh pejabat atau staff di perangkat daerah yang bertanggungjawab untuk menyusun rencana strategis. Continue reading