PT Kirana Adhirajasa Indonesia Akan Susun Paket Kunjungan Wisata

prambananPT Kirana Adhirajasa Indonesia Akan Susun Paket Kunjungan Wisata- Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY, PT Kirana Adhirajasa Indonesia akan melakukan Kajian Paket Kunjungan Wisata di DIY. Kegiatan penyusunan ini akan melibatkan beberapa stakeholder termasuk ASITA dan beberapa stakeholder lainnya yang terkait dengan pariwisata. Dalam kesempatan penyampaian draft awal laporan pendahuluan disampaikan bahwa kecendrungan paket sebenarnya sepenuhnya adalah wewenang dari bisnis namun dalam hal ini pemerintah DIY dalam konteks ini Dinas Pariwisata DIY berusaha untuk menjembatani Antara kepentingan bisnis dan kepentingan masyarakat dalam hal ini wisatawan. Proses penyusunan ini akan dilaksanakan selama 90 hari

Pariwisata Senjata Ampuh untuk Menyejahterakan Masyarakat

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan apabila sektor pariwisata dikelola dengan serius bisa dijadikan sebagai senjata ampuh untuk menyejahterakan masyarakat. Hal itu ia sampaikan di Puncak Mandeh, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) usai menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan pendirian 1.000kawasan-wisata-mandeh-_150604182114-486 homestay di Kawasan Wisata Mandeh antara Pemerintah kabupaten Pesisir Selatan dengan PT Bank Tabungan Negara di Padang, Jumat.”Beberapa waktu lalu kami melakukan survei di Kawasan Mandeh hasilnya pendapatan masyarakat hanya Rp50 ribu per hari hal itu berbeda dengan survei di Pantai Carocok yang sudah menjadi tujuan wisata masyarakat berpendapatan Rp250 ribu per hari,” ujar dia. Continue reading

PT Kirana Adhirajasa Akan Garap Identifikasi Potensi SDM Pariwisata DIY

resepsionis-hotel Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY, PT Kirana Adhirajasa Indonesia akan selenggarakan Identifikasi Potensi SDM DIY untuk memetakan Pembangunan sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya masalah kualitas tenaga kerja menjadi masalah yang diangkat dalam kegiatan ini karena permasalahan rendahnya kualitas tenaga kerja merupakan masalah paling sentral sebagai permasalahan ekonomi  Indonesia dan menjadi sasaran pembangunan ketenagakerjaan saat ini. Masalah kualitas tenaga kerja juga semakin penting ketika dikaitkan dengan tantangan dan peluang era globalisasi yang berbasis pada keunggulan daya saing dan kesiapan berkompetisi. Sumber daya manusia dalam bidang pariwisata menyangkut tenaga kerja yang menangani usaha jasa pariwisata mulai dari perhotelan, obyek dan atraksi wisata, restoran, tenaga kerja di bidang jasa transportasi dan usaha perjalanan wisata serta usaha jasa pariwisata lainnya. Continue reading

Tim RIPPDA Kirana Adhirajasa Indonesia Akan Bantu Susunkan RIPPDA Kabupaten Sorong Selatan

sorsel

Tim penyusun rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) PT Kirana Adhirajasa Indonesia akan menyusun RIPPDA Kabupaten Sorong yang rencananya akan disusun oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sorong Selatan. Kegiatan ini akan memakan waktu penyusunan selama 90 hari yang meliputi 3 kali pelaporan yaitu pendahuluan, Kemajuan dan Akhir. Secara umum Sorsel menyimpan keunikan tersendiri, dengan jumlah penduduk sekitar 60 ribu jiwa itu. Teminabuan sendiri misalnya sudah menarik perhatian pemerintah Kolonial Belanda yang pada masa kolonialisme sudah membangun sistem pemerintahan disana. Sampai hari ini, kita masih bisa menemukan bangunan milik Belanda yang berdiri kokoh dengan teratur di tengah-tengah kota Teminabuan. Jika pemerintah belanda saja membangun sistem pemerintahan disana, maka tentu ada alasan dibalik itu, entah dari sudut lokasi strategis pertahanan keamanan maupun dari segi penguasaan sumberdaya alam. Terdapat beberapa sungai yang mengalir di dataran Sorsel yang hampir merata seantero wilayah Sorsel. Mulai dari sungai yang lebarnya hanya 1 meter hingga puluhan meter. Satu hal yang menarik adalah sungai-sungai berukuran sedang berair jernih hingga sungai yang mengalirkan air berwarna “biru”. Sungai Kohoin misalnya. Mungkin Sungai ini yang menarik perhatian Belanda kala itu. Jadilah mereka membangun infrastruktur disepanjang aliran sungai yang tepat berada di jantung kota Teminabuan. Sungai ini berair deras, lebarnya dekitar 8 meter. Deras karena mengalir pada elevasi yang cukup miring. Airnya jerinih dan bersih (setidaknya hingga beberapa tahun kedepan)  pada beberapa titik, aliran sungai membentuk kolam yang berwarna biru. Warga disekitar aliran sungai mengantungkan kebuthan air mereka hampir 100%. dari mandi, mencuci, cebok hingga untuk air minum.

Tim Pengembangan Pariwisata Pulau Kumala Rekomendasikan Pengembangan Agroedutourism

Dalam penyampaian laporan kemajuan Penyusunan Kajian Pengembangan Pulau Kumala di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Kutai Kertanegara (9/6) kemaren disampaikan oleh Tim pIMG-20160409-WA0006 (1)engembangan Pulau Kumala bahwa diharapkan pengembangan pulau Kumala kedepan lebih kearah pengembangan agroedutourism yang memanfaatkan potensi yang ada saat ini serta modifikasi beberapa produk yang sudah ada. Dalam presentasi laporan kemajuan ini dihadiri beberapa SKPD terkait yang menangani pengembangan Pulau Kumala sebagai salah satu icon pengembangan pariwisata di Kutai Kertanegara. Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kukar Sri Wahyuni yang hadir dalam rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kutai Kertanegara H Marli, mengatakan bahwa pihaknya sudah memulai pengembangan pulau kumala ini semenjak pulau ini beroperasi kembali dan telah terselesaikannya jembatan repo-repo yang menghubunkan Tenggarong dan Pulau. Sebagai SKPD yang nantinya akan menangani pihaknya berharap perecanaan ini bersifat low cost dan cepat.

KLHS RIPPDA DEMAK Untuk Menjaga Lingkungan Tetap Lestari

Sejarah-Bangunan-Masjid-Agung-DemakUntuk mendukung sustainability tourism development dan sustainability Environment Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Demak akan bekerjasama dengan PT Kirana Adhirajasa Indonesia akan menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis Untuk untuk rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Demak. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan selama 90 hari dengan melibatkan beberapa tenaga ahli terkait termasuk didalamnya ahli lingkungan hidup.

Continue reading