Kajian Pengembangan Seni Pertunjukan di Destinasi Pariwisata DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan beragam daya tariknya memikat banyak wisatawan untuk berkunjung ke provinsi ini. Kekayaan alam, budaya, kesenian dan adat istidat yang dimiliki begitu unik menjadi nilai tersendiri akan keistimewaan DIY. Dari data yang ada DIY terus mengalami kenaikan jumlah wisatawan yang berkunjung baik wisatawan nusantara dan mancanegara, atraksi seni pertunjukkan sebagai daya tarik wisata sangat berperan penting mengapa wisatawan tertarik untuk mengunjunginya.

Beragam seni pertunjukkan dimiliki oleh DIY dan pada setiap kabupaten/kota yang terdapat didalamnya memiliki kekhasan tersendiri, dengan seni tradisional yang masih menjadi dominan dibandingkan seni modern. Seni menjadi sebuah asset penting dalam perkembangan pariwisata DIY sehingga kajian akan seni tersebut diperlukan guna sebagai data yang dimiliki, serta menjadi paduan atau perencanaan DIY kedepannya dengan rekomendasi dan arahan yang tepat.

Kata kunci : Yogyakarta, Wisatawan, Seni

 

Kajian Kalang Kotagede

Abstrak – Julukan kota Yogyakarta sebagai kota budaya, hal ini sangat sesuai dengan banyaknya keragaman budaya yang terdapat di kota ini. Budaya dari yang terbesar yaitu Kerajaan Keraton Yogyakarta, bangunan-bangunan bersejarah yang ada diberbagai tempat. Namun di sisi lain ada yang menarik dari kota ini, disebuah sudut yaitu Kecamatan Kotagede yang menyimpan sejarah mengenai masyarakat Wong Kalang, masyarakat  ini berbedadengan  masyarakat lainnya karena dianggap bukan berasal dari suku Jawa, dari hal yang sudah ada tersebut masih banyak sisi lain yang belum diketahui oleh masyarakat luas sehingga perlu ditelusuri sejarah aslinya dan bagaimana peran WongKalang ini bagi Yogyakarta, hal ini nantinya dapat semakin manarik wisatawan dengan mengetahui sejarah lainnya yang terdapat di kota ini. Kehidupan Wong Kalang penuh dengan tradisi yang harus dijalani, namun hal itu sudah ditinggalkan seperti misalnya tradisi upacara obong pada masyarakat Kalang di Kotagede sudah tidak dilaksanakan lagi sejak tahun 1950-an, namun di daerah lain, misalnya di Kendal, upacara itu masih dilaksanakan dengan ketat.

Kata Kunci : Kota Yogyakarta, Kotagede, Wong Kalang, Tradisi.

 

Sragen Susun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA)

Penyusunan RIPPDA – Menjawab tantangan pariwisata daerah dan dinamika perkembangan pariwisata di Kabupaten Sragen maka disusun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Sragen. Kegiatan penyusunan RIPPDA atau RPPARKAB ini dimulai bulan April 2018 sampai dengan bulan Agustus 2018 bermitra dengan PT Kirana Adhirajasa Indonesia. Tahapan penyusunan dimulai dengan penyampaian laporan pendahuluan yang dihadiri pemangku kepentingan di Kabupaten Sragen. Pengembangan sektor pariwisata di suatu daerah akan menarik sektor lain untuk berkembang. Hal ini disebabkan bahwa, untuk menunjang industri pariwisata, diperlukan produk-produk penunjang dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, kerajinuan rakyat, peningkatan kesempatan kerja, dan lain sebagainya. Pengembangan pariwisata yang tepat dan optimal dapat menjadi salah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk dapat meningkatkan potensi pariwisata tersebut, yang perlu dilakukan adalah merencanakan pengembangan wisata agar dapat lebih baik dari sebelumnya.Di dalam Undang-Undang RI No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan pada pasal 19 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap orang berhak : a) Memperoleh kesempatan memenuhi kebutuhan wisata; b) Melakukan usaha pariwisata; c) Menjadi pekerja/buruh pariwisata; dan/atau d) Berperan dalam proses pembangunan kepariwisataan. Berdasar undang-undang tersebut, sebagai upaya dalam memenuhi hak setiap orang dalam berwisata maka pariwisata perlu disusun dokumen perencanaan dan pengembangan yang tertata dan sinergis dengan pembangunan nasional. Continue reading

Analisis Pasar Kabupaten Semarang

Abstrak – Kabupaten Semarang sebagai destinasi di Jawa Tengah memiliki banyak potensi yang dapat menarik banyak wisatawan, Dengan keberagaman atraksi baik alam, Banyaknya wisatawan yang terus berdatangan setiap tahun dapat dilihat bahwa jumlah wisatawan terus bertambah, baik wisatawan domestik maupun  mancanegara. Namun untuk meningkatkan jumlah wisatawan ditahun-tahun berikutnya pengindentifikasian wisatawan perlu dilakukan guna mengetahui karakteristik dari setiap profil wisatawan yang ada, kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan selama berada di daya tarik. Identifikasi wisatawan akan menghasilkan strategi pemasaran produk yang ada dan selanjutnya dapat digunakan untuk diaplikasikan pada tahun berikutnya.

Hasil identifikasi menunjukkan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kabupaten Semarang masih didominasi oleh wisatawan nusantara dan wisatawan lokal, di mana kontribusi daerah tetangga dalam mengirimkan wisatawan sangat dominan, diantaranya adalah Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Magelang. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara didominasi oleh Malaysia, Belanda, serta Perancis di tempat ketiga.

Kata kunci : Kabupaten Semarang, Wisatawan, Pasar Wisatawan.

Analisis Belanja Wisatawan Daerah Istimewa Yogyakarta

Abstrak – Yogyakarta dikenal sebagai kota kebudayaan, perjuangan, pendidikan serta kekayaan alam dan budaya. Sampai saat ini Yogyakarta masih menjadi magnet untuk menarik banyak wisatawan baik domestik dan mancanegara. Sarana dan prasana sebagai penunjang berjalannya pariwisata sangat diperlukan oleh wisatawan sehingga terpenuhi saat melakukan aktivitas pariwisatanya. Aktivitas pariwisata yang terus berjalan membuat roda perekonomian juga ikut bergerak, hal ini tentu baik untuk pendapatan daerah, aktivitas belanja yang dilakukan oleh wisatwan ini dapat terus didorong dengan menambahkan apa yang dibutuhkan oleh wisatawan tersebut. Namun, sebelumnya harus dilihat terlebih dahulu bagaimana aktivitas belanja wisatawan yang sebelumnya ada, sehingga dapat dicarikan perbaikan dan terobosan yang nantinya dapat mendorong kegiatan belanja wisatawan di Yogyakarta. Hasil analisis dari penelitian ini adalah, penyebaran belanja wisatawan terlihat belum merata di setiap daerah, di mana proporsi Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman masih relatif lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Namun demikian ada 3 jenis pokok belanja yang cukup merata terdistribusi di setiap kabupaten/kota, yaitu Belanja kuliner, Belanja souvenir, dan Belanja produk hasil pertanian

Kemenpar: Ubud Jadi Model Studi Wisata Kuliner

Penelitian Pariwisata – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan Ubud, Gianyar, Bali, untuk menjadi “UNWTO Gastronomy Destination Prototype” atau model dari studi wisata kuliner UNWTO yang diharapkan menjadi daya tarik baru pariwisata Pulau Dewata. “Ini juga berarti Ubud menjadi destinasi pertama yang akan dibranding sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO, di mana mereka adalah endorser terbaik di dunia untuk bidang pariwisata,” ujar Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh di Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Untuk kepentingan itu, berbagai upaya promosi pun terus dilakukan salah satunya dengan penyelenggaraan event wisata kuliner Ubud Food Festival 2018 yang berlangsung di Ubud, Gianyar, Bali pada 13-15 April 2018.Ia mendukung dan mengapresiasi Ubud Food Festival 2018 yang memasuki tahun keempat dengan mengusung tema Generasi Inovasi. Vita mengatakan, Ubud selama ini menjadi rujukan wisata kuliner di Pulau Dewata sehingga sesuai jika ditetapkan sebagai destinasi gastronomi. Continue reading